Menangkap Pelangi di Curug Cimahi

Curug Cimahi, Air Terjun Pelangi

Curug Cimahi, Air Terjun Pelangi

Bandung Utara memiliki lokasi wisata yang unik. Namanya Curug Cimahi. Wujudnya adalah air terjun. Tetapi bukan sekadar air terjun. Air terjun Curug Cimahi dikemas dan dikembangkan dengan nilai estetika tinggi yang menyorotkan keunikan.

Keunikan Curug Cimahi adalah jatuhan air terjunnya yang bermandikan cahaya warna-warni menarik nan memanjakan mata.

Cahaya vertikal setinggi kurang lebih 71 meter yang memancar di antara deburan air terjun Curug Cimahi menjadi pemandangan menarik saat malam hari. Cahaya tersebut bersumber dari rangkaian lampu dengan instalasi khusus yang dipasang persis di dinding belakang air terjun.

Lokasi Curug Cimahi

Secara administratif, Curug Cimahi termasuk wilayah Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Lokasi wisata ini berjarak kurang lebih 10 kilometer dari kota Cimahi ke arah Lembang atau 20 km dari kota Bandung.

Curug Cimahi dari pusat Kota Bandung bisa ditempuh dalam waktu sekira 45 menit dengan kendaraan bermotor. Sedangkan dari Cimahi, lokasinya dapat ditempuh dengan waktu sekira 30 menit. Suhu di kawasan ini berkisar 18-22 derajat Celsius.

Tertinggi di Bandung

Air terjun atau Curug Cimahi memiliki tinggi sekira 87 meter. Di wilayah Bandung dan sekitarnya, Curug Cimahi merupakan salah satu air terjun yang tertinggi.

Nama Cimahi yang melekat pada curug itu berasal dari nama sungai yang mengalir di atasnya, yaitu Sungai Cimahi. Sungai tersebut yang berhulu di Situ (danau) Lembang dan mengalir ke Kota Cimahi. Curug ini berada di ketinggian 1050 meter di atas permukaan laut.

Curug Cimahi

Curug Cimahi

Secara etimologi, nama “Cimahi” berasal dari bahasa Sunda yang berarti air cukup. Sesuai namanya, debit air terjun ini selalu sama, baik saat musim penghujan maupun kemarau.

Jika dilihat dari atas, curug ini memiliki dua tingkat dan karenanya termasuk unik. Tak jauh dari Curug Cimahi, terdapat juga Curug Bugbrug dan Curug Panganten. Hal itu menjadikannya juga punya daya tarik tersendiri.

The Rainbow Waterfall

Kini, ada satu lagi keunikan Curug Cimahi. Jika dulu biasa dinikmati pagi hingga senja, Curug Cimahi kini bisa dinikmati juga saat malam menjelang. Bahkan, wajah lain Curug Cimahi pada malam hari sungguh memukau.

Jika pada siang hari pengunjung dimanjakan dengan debur air terjun dan keindahan panorama alamnya yang memesona, saat malam tiba pengunjung dimanjakan dengan pemandangan cahaya warna-warni yang melumuri air terjun itu.

Cahaya warna-warni itu berasal dari lampu-lampu di sekujur dinding belakang air terjun. Lampu-lampu itu didesain sedemikian rupa, sehingga bisa menghasilkan warna-warna pelangi, semisal biru, merah, hijau , kuning, jingga, dan lainnya.

Jika salah satu warna lampu dinyalakan, sontak membuat air curug yang jatuh pun turut berwarna. Eksotis sekali menyaksikan bagaimana derasnya jatuhan air setinggi sekitar 80 meter tersebut menampilkan warna yang indah.

Pertama di Indonesia

Wajah lain Curug Cimahi saat malam hari itu menjadi daya tarik tersendiri. Pasalnya, tidak banyak kreasi yang menyandingkan keindahan alam curug dengan teknologi cahaya yang di-setting melalui lampu. Boleh jadi, Curug Cimahi adalah yang pertama di Indonesia.

Untuk dapat menikmati The Rainbow Waterfalls di Curug Cimahi, Anda bisa datang ke Curug Cimahi saat sore menjelang malam. Namun harus diperhatikan jam operasionalnya. Dulu, Curug Cimahi dibuka dari pukul 08.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB. Setelah adanya The Rainbow Waterfalls, waktu operasionalnya diperpanjang sampai pukul 21.00 WIB.


Bukan hanya air terjun saja pesona Curug Cimahi. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan flora dan fauna di sepanjang jalan menuju lokasi Curug Cimahi. Di sepanjang perjalanan, pengunjung akan ditemani suara kicauan burung liar dan riuh rendahnya celoteh monyet-monyet yang bermain di dahan-dahan pohon.

Memang hewan-hewan tersebut adalah penghuni asli kawasan wisata ini. Tetapi jangan khawatir, karena monyet-monyet di sini cukup jinak.

Eksotisme Curug Cimahi

Eksotisme Curug Cimahi (Foto @bandungsearch)

Tiket Masuk Curug Cimahi

Untuk meniikmati keindahan Curug Cimahi pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 12.000 per orang sebelum pukul 17.00 WIB dan Rp 15.000 setelahnya.

Selain itu bagi yang membawa kendaraan juga dikenakan tarif parkir.

Akesibilitas Menuju Curug Cimahi

Ada beberapa alternatif jalan yang bisa dipilih untuk mencapai lokasi curug ini. Namun, kebanyakan pengunjung menggunakan jalur Cimahi melalui Cihanjuang dan Parongpong, dan jalur Lembang.

Menggunakan Kendaraan Pribadi

Jika menggunakan kendaraan pribadi atau travel dari pusat Kota Bandung, cukup menyusuri jalur Cihideung menuju Cisarua. Dan jika dari pusat Kota Cimahi dapat melalui Sersan Bajuri ke arah Universitas Advent Indonesia menuju ke Terminal Parongpong.

Lokasi Curug ini sendiri cukup mudah untuk dijangkau baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum dengan kondisi jalan umumnya baik (beraspal). Pintu masuk Curug Cimahi terletak tepat di sebelah terminal angkot Cisarua, di pinggir jalan Kolonel Masturi sehingga tidaklah sulit untuk mencarinya.

Menggunakan Kendaraan Umum

Sedangkan bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan umum, dapat menggunakan jasa angkutan umum dengan jurusan Ledeng-Sukasari dari terminal Ledeng. Setelah sampai di Terminal Sukasari (di depan Vila Istana Bunga), dapat diteruskan dengan berjalan kaki sekitar 15-20 menit atau dapat memanfaatkan jasa angkutan umum Cisarua-Lembang dengan ongkos yang relatif murah. Jika dari kota Cimahi jalan termudah adalah dari Terminal Pasar Atas Cimahi jurusan Cimahi-Cisarua.

Sementara jika dari Kota Bandung, bisa menggunakan angkutan jurusan St.Hall-Lembang dari Stasiun Kota, kemudian dilanjutkan dengan angkutan umum jurusan Lembang-Cisarua, dan turun persis di depan pintu gerbang Wana Wisata Curug Cimahi. Atau juga perjalanan dapat ditempuh menuju terminal Ledeng, dilanjutkan dengan angkutan Ledeng-Parongpong. Dari terminal dilanjutkan memakai angkutan jurusan Parongpong-Padalarang.

Menyusuri Jalan Setapak Berundak

Sesampai di depan pintu gerbang wanawisata Curug Cimahi, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak berundak yang menurun dan berkelok-kelok. Jalan setapak berundak ini berjumlah sekira 587 buah anak tangga yang terbuat dari batu dan semen dengan kemiringan sekitar 45 derajat, sehingga cukup menguras tenaga dan membuat nafas terengah-engah.

Jalan Berundak di Curug Cimahi

Jalan Berundak di Curug Cimahi (foto @Athaaliaa)

Waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke lokasi curug ini dari pintu gerbang sekitar 30 menit. Beberapa ekor monyet ekor panjang yang berceloteh sambil bergelantungan di atas pohon menemani sepanjang perjalanan dari pintu gerbang ke lokasi curug. Suasana itu seakan menambah keindahan alam dari hijaunya rerimbunan pohon di sekujur Curug Cimahi.

Fasilitas di Curug Cimahi

Fasilitas yang telah disediakan pihak pengelola di antaranya adalah shelter yang terdapat di pinggir jalur dari gerbang menuju air terjun, tempat parkir, pintu gerbang, pagar pengaman, peta lokasi, jalan setapak, picnic site, bangku, tempat sampah, pusat informasi dan pos jaga, serta musholla, dan kamar kecil. Selain itu, terdapat pula beberapa warung milik warga yang menjual makanan dan minuman yang biasanya buka pada hari-hari ramai seperti akhir pekan dan liburan.

Fasilitas parkir untuk kendaraan baik roda empat dan roda dua telah tersedia. Pengunjung dapat parkir di area terminal angkutan kota kecil yang terletak persis di pinggir gerbang masuk Curug Cimahi.

Curug Cimahi kini menjadi satu contoh sentuhan modern pada lokasi wisata yang tak menghilangkan pesona alaminya. Sebaliknya, torehan cahaya lampu warna-warni justeru menjadi nilai tambah tersendiri yang menambah keindahan sang air terjun.

Ingin tahu lebih dalam keindahannya? Datang saja.



loading...

Komentar