Curug Malela – Little Niagara di Bandung Barat

Curug Malela

Peserta Jelajah Geotrek di Curug Malela (foto: fb Titi Bachtiar Geo)

Alampriangan.com – JIKA liburan ke Lembang atau Kawah Putih Ciwidey sudah terlalu mainstream, kini saatnya untuk menjajal wisata alam yang lagi nge-hits di Jawa Barat. Adalah Curug Malela yang sedang mengundang banyak perhatian.

Seperti namanya, obyek wisata ini adalah sebuah curug atau air terjun. Curug ini terletak di Kampung Manglid, Desa Cicadas yang masuk ke dalam Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

Salah satu hal yang membuat curug ini terkenal selain keindahannya adalah lokasinya yang terpencil di tengah hutan dan diapit perbuktian. Jadi, dibutuhkan nyali yang besar untuk menuju ke curug ini.

Curug Malela Little Niagara

Ketika mulai banyak dikenal wisatawan, Curug Malela pun segera memiliki nama beken. Banyak orang menyebutnya sebagai Little Niagara. Ya, Niagara, air terjun terbesar di dunia yang terletak di Amerika Serikat.

Nah, usut punya usut. Ternyata sebutan ini bukan tanpa alasan. Bentuk curug melebarlah yang menjadi alasan curug ini mendapat predikat Little Niagara.

Hal ini tentu sangat unik sebab kebanyakan air terjun di Indonesia menjulang tinggi dan bukan ke samping. Curug ini punya lebar total sepanjang 50 meter dengan total ketinggian 60 hingga 70 meter.

Untuk ukuran air terjun di Indonesia, lebar dan tinggi curug ini terbilang cukup luar biasa. Bayangkan megahnya curug ini yang menjulang ke atas di tengah perbukitan hijau.

Rute Menuju Curug Malela

Rute menuju Curug Malela sebenarnya cukup mudah bahkan bisa dijangkau dengan menggunakan kendaraan umum.

Untuk mengawali perjalanan, berangkatlah dari Terminal Leuwi Panjang di kota Bandung dan naik bus Madona berukuran sedang dengan jurusan ke Terminal Sindangkerta.

Sesampainya di Sindangkerta, lanjutkan perjalanan dengan naik Elf menuju Bunijaya atau Gunung Halu. Selain dari Leuwi Panjang, perjalanan juga bisa dimulai dari terminal Ciroyom dilanjutkan dengan naik Elf jurusan Bunijaya. Kemudian, perjalanan berlanjut naik angkot menuju Desa Rongga.

Total perjalanan dari Bandung menuju Desa Rongga biasanya memakan waktu 3 hingga 4 jam perjalanan, tergantung kepadatan jalan.

Jangan harap perjalanan berjalan mulus sebab jalanan akan menjadi lebih menantang dan berkelok-kelok ketika memasuki wilayah perkebunan Teh Montaya. Jalanan yang berlubang juga cukup banyak, jadi pastikan selalu waspada selama perjalanan sebelum sampai di Curug Malela.

Baca juga: Menangkap Pelangi di Curug Cimahi

Perjalanan Penuh Perjuangan

Meskipun terletak di Desa Rongga, namun masih tersisa 45 menit perjalanan menggunakan motor dan 1 jam berjalan kaki menuju Curug Malela. Terbayang bukan bagaimana menantangnya perjalanan ini.

Jika kebetulan berkendara menggunakan sepeda motor, bisa langsung menuju pos Malela tanpa harus menggunakan jasa ojeg. Namun, tetap berhati-hati karena medan jalan sangat tidak mulus dan licin akibat berlumpur. Di sebagian titik juga jalanan menjadi sempit dan berada persis di samping jurang.

Untuk menggunakan jasa ojeg menuju pos Curug Malela, cukup bayar Rp 75.000 untuk pulang pergi. Sesampainya di pos, petualangan menjadi lebih menantang.

Perjalanan kaki selama kurang lebih 1 jam akan membuat Anda serasa membintangi acara adventure. Dikelilingi oleh perbukitan yang hijau dengan udara yang sejuk, perjalanan menuju curug semakin menyenangkan.

Membelah sawah dan melewati lumpur hampir memenuhi seluruh perjalanan. Tidak ada salahnya untuk mempersiapkan bekal minum dan makan karena perjalanan ini jelas menguras fisik dan tenaga.

Serasa di Dunia lain

Sekitar setengah jam sebelum sampai di tujuan, keindahan curug ini sudah terlihat dari kejauhan. Debit airnya yang deras di atas bebatuan besar terlihat sangat mempesona.

Suaranya pun terdengar menenangkan jiwa. Bagaikan menuju ke bagian dunia yang lain, jauh dari bisingnya lalu lintas perkotaan. Tidak heran jika bukan hanya curugnya yang mempesona dan membuat penasaran tetapi juga suguhan alam cantik sepanjang perjalanan.

Pesona curug ini semakin terlihat jelas ketika jaraknya semakin dekat. Di bawah megahnya air yang terjun menuruni rangkaian bebatuan, terdapat sungai berbatu yang tidak kalah mempesona.

Batu-batu berukuran besar dan berwarna coklat hampir memenuhi seluruh bagian sungai, seperti layaknya sungai hulu yang lain. Saking cantiknya, seperti tidak ada bosannya untuk berulang kali mengambil foto.

Nah, jika kondisi air tidak terlalu membahayakan, kamu bisa menuruni bebatuan dan berada lebih dekat dengan curug. Dari jarak yang lebih dekat, kemegahan curug ini makin jelas. Dengan umur yang tentu sudah ribuan tahun, curug ini pasti telah banyak mengundang decak kagum.

6 Curug Lain

Jika Anda masih merasa belum puas dengan hanya menghabiskan satu hingga tiga jam di curug, Anda bisa menginap di Desa Rongga.

Penginapan di desa ini masih tradisional yang disediakan oleh warga setempat. Meskipun minim fasilitas namun menghabiskan malam di desa secantik Rongga tentu masih tetap menyenangkan. Setelah puas mengunjungi Curug Malela, perjalanan bisa dilanjutkan dengan mengunjungi curug yang lain.

Kecamatan Rongga tidak hanya memiliki Curug Malela tetapi masih ada 6 curug lain di sepanjang wilayah. 6 curug yang lain masih dalam satu rangkaian dan posisinya berada di bawah Malela. Berikut urutannya: Curug Malela, Katumiri, Manglid, Ngebul, Sumpel, Palisir dan Pamengpeuk.

Posisi Malela sebagai hulu membuat curug ini mempunyai debit air yang paling deras terutama di musim penghujan. Nah, jadi ada baiknya untuk lebih berhati-hati ketika berkunjung di curug ini selama musim penghujan.

Tidak ada salahnya untuk menunggu beberapa bulan hingga musim hujan reda demi keselamatan. Di waktu yang tepat, Malela bukan hanya satu-satunya curug yang bisa dikunjungi karena dalam satu hari bisa berkunjung ke dua curug.

Menarik bukan?



loading...

Komentar