Desa Wisata Nglinggo Jogja Tempat Asyik Untuk Dikunjungi

Terjebak dalam rutinitas dan hiruk-pikuk kota kerap membuat manusia rentan stress. Karena itu diperlukan jeda untuk menikmati keindahan Sang Pencipta. Jika tinggal di Yogyakarta, biasanya Kaliurang adalah opsi untuk melarikan diri dari rutinitas dan menikmati udara segar pegunungan.

Tapi tahukah Anda? Ternyata Jogja juga memiliki dataran tinggi lain yang bisa dijadikan alternatif liburan. Di tempat ini wisatawan bisa merasakan sejuknya udara pegunungan sekaligus melakukan tea walk alias jalan-jalan menyusuri kebun teh. Tempat tersebut adalah Desa Wisata Nglinggo.

Desa Wisata Nglinggo Jogja Tempat Asyik Untuk Dikunjungi

Indahnya Desa Wisata Nglinggo

Dusun Nglinggo adalah salah satu objek desa wisata yang ada di Kabupaten Kulon Progo, DIY. Dusun ini berada di Desa Pagerharjo wilayah kecamatan Samigaluh yang berada di kawasan pegunungan Menoreh.

Nglinggo dijadikan sebagai salah satu desa wisata tidak lain karena daya tarik keindahan alam pegunungannya. Di sana kita bisa menikmati keindahan alam, air terjun, perkebunan teh dan kopi. Selain itu suasana kemasyarakatan yang masih menjaga tradisionalitas kehidupan jawa serta keseniannya semakin menarik untuk dikunjungi.

Kebun Teh Nglinggo memang menjadi pesona utama desa wisata ini. Wisatawan yang berkunjung ke Nglinggo bisa berjalan kaki menyusuri petak demi petak perkebunan teh yang terletak di ketinggian 800 m dpl. Dari kebun teh wisatawan bisa menyaksikan pemandangan bukit batu dengan bentuk yang menarik, perkampungan di Kabupaten Magelang dan Purworejo, hutan pinus yang lebat, serta hamparan lembah menghijau laksana karpet tebal.

Selain kebun teh, pesona lain yang ditawarkan oleh Desa Wisata Nglinggo adalah air terjun yang berada di ketinggian 900 m dpl. Oleh warga sekitar air terjun ini disebut dengan nama Curug Watu Jonggol. Wisatawan yang ingin mengunjungi air terjun ini harus trekking melewati medan yang cukup menantang. Lokasinya yang tersembunyi menjadikan kondisi Curug Watu Jonggol masih sangat alami, lengkap dengan tumbuhan dan satwa khas dataran tinggi.

Tak hanya wisata alam, Nglinggo juga kaya dengan wisata budaya. Wisatawan yang berkunjung ke Nglinggo bisa belajar pertanian, peternakan kambing, dan seni di tempat ini. Mulai belajar menari lengger, jathilan, membuat topeng, hingga membatik bisa wisatawan lakukan di sini.

Rute Menuju Desa Wisata Nglinggo

Jika anda datang dari Yogyakarta, dari Tugu terus aja ke arah Barat sampai perempatan Kenteng Nanggulan belok kanan hingga perempatan Dekso Kalibawang kemudian belok kiri melalui jalan yang berkelok-kelok dan menanjak yang dikelilingi perbukitan menoreh serta dibawahnya mengalir sungai yang jernih. Setelah melewati Kantor Kecamatan Samigaluh anda akan menjumpai terminal terakhir (plono) kemudian belok kanan dan sampailah anda di Desa Wisata Nglinggo. Jarak dari kota Yogyakarta kira-kira 35 km.

Jika anda datang dari arah Wates sebaiknya mengambil jalan Wates-Pengasih-Nanggulan. Sampai di perempatan Kenteng Nanggulan anda terus saja seperti petunjuk diatas. Jika anda datang dari arah Borobudur sebaiknya mengambil jalan Borobudur-Mendut. Pertigaan Candi Mendut anda ambil arah kanan menuju Kalibawang. hingga perempatan Dekso. Sampai di perempatan Dekso Kalibawang anda terus saja seperti petunjuk diatas. Sebelum menuju ke Desa Wisata Nglinggo sebaiknya anda kontak dulu ke nomor kami. dengan senang hati kami akan memandu perjalanan anda atau menjemput anda.

Jelajah Alam Desa Wisata Nglinggo

Nglinggo merupakan daerah perbukitan, disana kita akan menemuiĀ  sungai yang jernih, bukit-bukit kecil, serta pohon pinus yang menghampar. Kita juga bisa menikmati udara segar didalam hutan pinus. ada tiga jalur yang bisa dipilih, jalur pendek (1 jam), jalur sedang (2 jam), jalur panjang (3 jam).

Seni Budaya
Lengger Tapeng merupakan kesenian yang ada di Nglinggo. selain itu juga ada Lengger Anak, dan jatilan. Untuk Lengger Tapeng bisa bermain antara durasi 30 menit, 60 menit, untuk semua lakon bisa pentas dengan durasi 5 jam. Ada juga beberapa pelukis yang tinggal dan membuat studio serta bekerja seni di desa ini.

Makanan Khas
Tawonan, nasi rempah, klemet, geblek, gula aren bisa anda cicipi sambil menikmati suara kicau burung dan sepoi-sepoi angin gunung.

Bumi Perkemahan
Bukit datar dan hamparan kebun teh merupakan salah satu andalan kami dalam mengemas bumi perkemahan. serta suasana yang sunyi dan lengang,
tidak lupa bukit yang tinggi memudahkan kita untuk menyaksikan munculnya sang surya di ufuk timur sampai tenggelam di ufuk barat.



loading...

Komentar