Mengenal Pohon Eukaliptus, Flora Khas Australia

Pohon Ekaliptus

Pohon Ekaliptus

NAMA Eukaliptus (Eucalyptus) berasal dari bahasa Yunani: ευκάλυπτος yang berarti “tertutupi dengan baik”. Masuk di dalam famili Myrtaceae, pohon eukaliptus bisa mencapai ketinggian 100 meter (330 kaki). Pohonnya berwarna abu-abu kebiruan dan daunnya berwarna hijau.

Anggota genus pohon ini dapat ditemukan hampir di seluruh Australia, karena telah beradaptasi dengan iklim di benua terkecil di dunia tersebut. Bahkan tidak ada satu benua pun yang dapat digambarkan dengan sebuah genus pohon seperti layaknya Australia dengan eukaliptusnya.

Flora Khas Benua Australia

Menurut Andrew Chevallier, pohon ini merupakan salah satu flora khas benua Australia. Sampai sekarang, terdapat lebih dari 700 jenis Eukaliptus yang kebanyakan merupakan jenis asli dari Australia. Di antara 700 jenis itu, beberapa juga dapat ditemukan di Papua Nugini, Indonesia, dan Filipina.

Eukaliptus merupakan tumbuhan dalam kelas minyak kayu putih. Daunnya mengandung minyak asiri dan aroma yang tidak disukai nyamuk. Eukaliptus tidak membutuhkan perawatan khusus, dan tanaman ini sangat menyukai sinar matahari serta air yang cukup.

Pohon Eukaliptus juga memiliki bentuk yang cukup indah. Ujung-ujungnya tumbuh mirip payung, cabang-cabang pohon mendongak meninggi secara berirama.

Hampir semua jenis Eukaliptus dapat berdaptasi dengan iklim muson. Beberapa jenis di antaranya bahkan dapat bertahan hidup di musim yang sangat kering, misalnya jenis-jenis yang telah dibudidayakan yaitu Eucalyptus alba, Eucalyptus camaldulensis, Eucalyptus citriodora, Eucalyptus deglupta.

Keempat jenis eukaliptus tersebut adalah jenis yang beradaptasi pada habitat hutan hujan dataran rendah dan hutan pegunungan rendah, pada ketinggian hingga 1800 meter dari permukaan laut, dengan curah hujan tahunan 2500-5000 mm, suhu minimum rata-rata 230 dan maksimum 310 di dataran rendah, dan suhu minimum rata-rata 130 dan maksimum 290 di pegunungan.

Mengandung Minyak Esensial

Daun Eukaliptus banyak mengandung minyak esensial. Minyak esensial yang didapat dari daun Eukaliptus mengandung senyawa yang merupakan disinfektan alami yang kuat dan dapat menjadi racun bagi binatang yang memakannya dalam jumlah banyak. Namun, beberapa jenis herbivora marsupialia, terutama koala dan beberapa oposum, toleran terhadap minyak tersebut sehingga dapat memakan daun-daunan eukaliptus.

Kebanyakan Eukaliptus tidak tahan suhu dingin, mereka hanya tahan hingga suhu sekitar -3 °C hingga -5 °C. Saat cuaca panas, minyak Eukaliptus yang menguap dapat memberi kesan kabut biru.

Tetapi selain kesan yang indah, minyak Eukaliptus itu juga sangat mudah terbakar. Bahkan beberapa pohon telah diketahui dapat meledak. Dan api yang terdapat di pohon Eukaliptus yang terbakar dapat dengan mudah menyebar. Juga dahan dan ranting Eukaliptus jatuh yang mati dengan mudah dapat terbakar.

Namun, uniknya Eukaliptus berkembang cepat setelah kebakaran. Hal itu terlihat, misalnya setelah kebakaran hutan Canberra tahun 2003, berhektar-hektar spesies pohon impor mati, tetapi dalam beberapa minggu kemudian pohonpohon Eukaliptus mengeluarkan bibit-bibit yang sehat.

Penting Secara Ekonomi

Satu hal yang perlu diperhatikan, beberapa spesies Eukaliptus memiliki sifat menjatuhkan dahan saat mereka tumbuh. Hutan Eukaliptus biasa penuh dengan dahan yang mati. Perlu diwaspadai karena Australian Ghost Gum Eucalyptus papuana banyak menyebabkan penebang pohon tewas akibat tertimpa dahannya. Dan banyak juga orang yang tewas karena berkemah di bawah pohon ini. Sebabnya sama, karena tertimpa dahan.

Eukaliptus memiliki banyak kegunaan yang membuat mereka menjadi pohon yang penting secara ekonomi. Di Indonesia, pohon eukaliptus terdapat di tempat-tempat tertentu saja. Pohon ini antara lain ditanam di daerah Porsea, Sumatera Utara untuk kepentingan industri pulp (bubur kertas).

Di antara jenis-jenis Eukaliptus lain, jenis Karri dan Eucalyptus melliodora merupakan jenis yang paling terkenal. Sebab, keduanya merupakan jenis yang cepat tumbuh dan kayunya banyak memiliki kegunaan bagi ekonomi dan industri. Kayunya dapat digunakan sebagai hiasan, timber, kayu bakar, dan kayu pulp.

Minyak Eukaliptus

Minyak Eukaliptus siap didestilasi kukus dari daunnya, dan dapat digunakan sebagai pembersih, dan pewangi. Ia juga digunakan dalam jumlah kecil untuk campuran suplemen makanan, terutama permen, cough drops, dan decongestants. Minyak Eukaliptus juga memiliki sifat menolak serangga, dan telah digunakan sebagai bahan untuk produk penolak nyamuk komersial.

Bukan hanya itu. Nektar dari beberapa Eukaliptus menghasilkan madu monofloral berkualitas tinggi. Suku Aborigin bahkan menggunakan Eukaliptus sebagai teman untuk berburu. Sebab, daun dari ghost gum digunakan oleh Suku Aborigin untuk menangkap ikan. Membasahi daunnya dalam air dapat melepas pelumpuh yang melumpuhkan ikan sementara. Eukaliptus juga digunakan untuk membuat digeridoo, sebuah instrumen musik udara yang dipopulerkan oleh orang Aborigin di Australia.

Mengandung Emas?

Ada hal yang menarik lain. Surat kabar the Daily Mail terbitan 23 Oktober 2013 melaporkan, ada beberapa peneliti yang telah menemukan emas di pohon gum trees (pohon para) atau Eukaliptus yang terletak di Jazirah Eyre, di dekat kota Wudinna, Australia Selatan.

Saat itu, para peneliti melakukan penelitian pada 2 tempat, di Kalgoorlie (Australia Barat) serta di Barns (Australia Selatan). Para peneliti yang berasal dari lembaga CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization) mendapatkan butiran emas halus diangkut dari dalam tanah yang berasal dari akar pohon Eukaliptus yang telah hidup dan tumbuh di jazirah, yang kemudian menyebar di kulit, daun, dan ranting pohon.

Eukaliptus memang menyerap banyak air dari tanah melalui proses transpirasi. Oleh karena itu, mereka kerap kali ditanam di banyak tempat untuk mengurangi water table dan salinasi tanah.

Melalui sinar X, para peneliti dapat memperoleh butiran emas yang memiliki diameter seperlima dari sehelai rambut yang ada pada daun pohon para. Banyak peneliti yang memercayai, emas tersebut diserap oleh air sehingga disebar oleh sari-sari ke seluruh pohon.

Adanya penumpukan emas di ranting, akar, batang dapat juga dimaknai bahwa emas tersebut beracun bagi pohon tersebut. Sehingga, tumpukan emas itu dipindahkan sampai ke permukaan supaya dapat mengurangi reaksi kimia.

Menemukan emas dari dalam pohon bukan merupakan hal yang baru bagi para ilmuwan, tetapi cara emas yang dapat masuk hingga puncak pohon, para ilmuwan belum ada yang dapat menjelaskannya. Dr.Mel Lintern yang menjadi pemimpin proyek yang bernilai jutaan dolar di Australia berpendapat bila hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk menghemat biaya eksplorasi perusahaan tambang.

Dr. Mel telah melakukan penelitian selama 8 tahun, dengan emas yang sangat sedikit sekali di pohon tersebut. emas yang telah dikumpulkan dari 500 pohon hanya cukup untuk membuat satu cincin kawin saja. Menurut Dr. Mel, kadar emas yang terdapat dalam pohon ini mempunyai kualitas emas yang sangat bagus.

Penangkal Nyamuk

Pertumbuhan Eukaliptus banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor tempat tumbuh seperti: kerapatan tegakan, karakteristik umur tegakan, faktor iklim (temperatur, presipitasi, kecepatan angina, dan kelembaban udara), serta faktor tanah (sifat fisik, komposisi bahan kimia, dan komponen mikrobiologi tanah).

Diameter merupakan salah satu dimensi pohon yang paling sering digunakan sebagai parameter pertumbuhan. Pertumbuhan diameter dipengaruhi oleh faktor-faktor yang memengaruhi fotosintesis. Pertumbuhan diameter berlangsung apabila keperluan hasil fotosintesis untuk respirasi, penggantian daun, pertumbuhan akar dan tinggi telah terpenuhi.

Eukaliptus juga dikenal sebagai salah satu tanaman pengusir nyamuk karena aromanya yang bagi manusia mampu merelaksasi. Center for Disease Control and Prevention misalnya, merekomendasikan minyak lemon Eucalyptus sebagai repelan (obat anti nyamuk).

Hasil studi menunjukkan, minyak lemon Eucalyptus mampu menangkal nyamuk selama 6 jam. Sama dengan jika kita menggunakan DEET (N-diethyl-3-methylbenzamide). Kesimpulannya, geraniol dan minyak lemon eucalyptus adalah pilihan terbaik seabgai obat atau krim anti nyamuk.

Sangat Menyerap Air

Pohon ini tumbuh dan hidup di daerah tropis dan subtropik, tetapi jenis pohon ini sangat menyerap air. Sehingga, akan menguntungkan jika pohon ini ditanam di daerah rawa. Kemampuan Eukaliptus menyerap air akan mengurangi risiko penyakit malaria.

Tetapi tentu saja yang paling dikenal adalah daun Eukaliptus yang dipanen untuk dibuat minyak obat. Daun Eukaliptus mengandung cineol hingga 80%. Kandungan isi lainnya adalah Flavonoid, tannin dan resin. Khasiat Eukaliptus antara lain sebagai antiseptic (pembasmi kuman), ekspektoran, serta pelancar darah lokal.

Digunakan Sebagai Obat

Orang Aborigin menggunakan obat dari Eukaliptus untuk menyembuhkan infeksi dan demam. Sekarang, obat dari Eukaliptus itu dipakai di seluruh dunia. Manfaat lain adalah sebagai antispetik yang sangat menolong untuk menyembuhkan dingin, flu, dan sakit tenggorokan.

Eukaliptus adalah ekspektoran yang sangat kuat, cocok untuk infeksi, termasuk bronkhitis dan pneumonia. Minyak ekaliptus juga berkhasiat sebagai bahan penghangat yang digunakan pada kulit atau tangan, juga untuk mengatasi infeksi. Minyak eukaliptus juga bisa digunakan sebagai obat rematik. Sekarang obat dari ekaliptus juga sudah diproses secara modern. Misalnya dikemas dalam bentuk kapsul.

Selain diambil manfaat dari kayu dan daunnya, pohon Eukaliptus berguna menghadapi ancaman erosi dan mengatasi lahan kritis.



loading...

Komentar