Gunung Tangkuban Perahu, Sisa Cinta Sangkuriang

Gunung Tangkuban Perahu | Alampriangan.com – Gunung Tangkuban Perahu atau aslinya bernama Tangkuban Parahu merupakan sebuah gunung yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dengan Kabupaten Subang. Memiliki ketinggian 2.084 meter dari permukaan laut, gunung merupakan gunung berapi aktif yang selalu diawasi keadaannya oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia.

Sebagai gunung api, Gunung Tangkuban Parahu pernah meletus. Menurut penelitian geologis, selama 40 ribu tahun terakhir gunung ini pernah meletus setidaknya 30 kali dalam skala besar atau kecil. Letusan terakhir terjadi pada 2015, berupa letusan ringan.

Nama Tangkuban Parahu berasal dari bahasa Sunda yang berarti “perahu terbalik”. Mungkin nama tersebut disebabkan karena dari kejauhan bentuknya memang tampak seperti perahu terbalik, khususnya dari arah Kota Bandung.

Menjadi istimewa, karena Gunung ini juga lekat dengan legenda masyarakat Jawa Barat Sangkuriang dan Dayang Sumbi yang terkenal.  Konon, setelah gagal memenuhi syarat dari Dayang Sumbi, Sangkuriang menjadi marah.  Perahu yang belum selesai dia buat ditendangnya sampai jatuh terbalik. Jadilah gunung.  Gunung Tangkuban Parahu.

Saat ini Tangkuban Perahu menjadi salah satu daerah tujuan wisata populer di wilayah Bandung Utara.

Letak Gunung Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu terletak di perbatasan antara Bandung Barat dan wilayah Kabupaten Subang. Objek wisata Gunung Tangkuban Perahu terletak sekitar 20 kilometer di utara Kota Bandung, tepatnya di Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung.

Ada beberapa alternatif rute yang bisa Anda ambil jika ingin ke objek wisata ini. Setidaknya ada tiga jalan yang bisa Anda Ambil: melalui tol Sadang, tol Baros, atau melalui tol Pasteur.

Untuk Anda yang bertempat tinggal di daerah Jabodetabek dan sekitar, ketiganya bisa menjadi jalur Anda menuju Tangkuban Perahu.

Sementara Jika Anda dari arah wilayah Sumedang, Ciamis, Majalengka, Garut, Cirebon, dan Jawa Tengah, maka Anda bisa mengambil jalan tol Purbaleunyi via tol Cileunyi, dan disambung dengan tiga pilihan tol tersebut.

Harga karcis masuk perorangan adalah Rp 20.000,- untuk wisatawan lokal; sedangkan untuk wisatawan luar negeri adalah Rp 200.000,-.

Kebun Teh

Setelah melihat dari kejauhan punggung Gunung Tangkuban Perahu yang memanjang dan melereng pada kedua sisinya, persis seperti perahu yang terbalik, Ada kasyikan lain lagi jika Anda mendekatinya.

Sebelum mencapai puncak, perjalanan Anda akan dikepung oleh pemandangan hijau permai dari hutan dan Kebun Teh Sukawana Lembang milik PTPN VIII.

Jika masih ada waktu, dengan tiket Rp 2000,- per orang Anda bisa berjalan-jalan di antara pepohonan teh yang segar, dan juga bisa menikmati beberapa curug di sana, seperti curug Tilu, curug Bugbrug, serta curug Putri Layung.


Kawah Tangkuban Perahu

Daya tarik dari gunung ini yakni kawahnya. Anda bisa mengunjungi beberapa kawah di atasnya, semuanya ada 9 kawah aktif. Kawah-kawah itu adalah Kawah Domas, Kawah Ecoma, Kawah Jarian, Kawah Jurig, Kawah Lanang, Kawah Pangguyangan Badak, Kawah Ratu, Kawah Siluman, serta Kawah Upas.

Walau pun ada sembilan, namun yang sering dikunjungi wisatawan hanya tiga kawah saja, yaitu Kawah Domas, Kawah Ratu, serta Kawah Upas.

Kawah Ratu merupakan kawah terbesar di Gunung Tangkuban Perahu, berbentuk seperti mangkok raksasa yang dasarnya. Saat cuaca cerah, Anda dapat melihat dinding dan dasar cekungan kawah ini dengan jelas.

Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu

Di tempat ini disediakan gardu pandang bagi Anda yang ingin mengamati semua kawah yang kehijauan di dasar. Jika Anda mencari tempat parkir, biasanya akan di arahkan ke area yang dekat kawah Ratu ini.

Kawah Domas berada di sebelah Kawah Ratu. Kawah ini sebenarnya lebih dekat daripada kawah Ratu. Walau begitu, jika Anda kebetulan berkunjung ke kawah ini pada sore hari, harap memakai pemandu.

Kawasan ini sering berkabut dan bisa menyesatkan pengunjung yang awam. Di kawah ini terdapat sumber air panas mengandung belerang yang bisa Anda gunakan untuk membasuh tubuh.

Kawah Upas juga berada di sebelah kawah Ratu. Jalur menuju lokasi ini berpasir dan berbahaya untuk dikunjungi, karena licin dan mudah membuat kaki tergelincir. Dari ketiga kawah, kawah Upas adalah yang paling jarang dikunjungi. Bagi Anda yang terlalu penat berjalan kaki, ada jasa sewa kuda yang Anda gunakan.

Oleh-oleh

Anda tak perlu khawatir tentang untuk masalah kuliner atau oleh-oleh. Di sekitar kawah Ratu dan Upas terdapat banyak penjaja makanan dan minuman. Anda mungkin harus mencoba makanan khas Lembang di sini, Ketan bakar.

Selain itu ada pula berbagai souvenir, seperti serbuk belerang (sebagai obat kulit) dan beraneka kerajinan tangan.

Walau akomodasi lengkap, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum ke Gunung Tangkuban Perahu, yaitu adalah bahwa Anda perlu membawa jaket atau baju hangat, udara bisa sangat dingin.

Selain itu, siapkan masker hidung untuk mengantisipasi bau belerang. Bawa pula payung matahari atau mengenakan tabir surya agar terhindar sengatan matahari. Pakai sepatu yang nyaman agar aman menyusuri kawasan kawah.

Nah, kapan ke Tangkuban Parahu?



loading...

Komentar