Pohon Trembesi – Si Lebar Anti Pemanasan Global

Pohon Trembesi

Pohon Trembesi

Alampriangan.com – NAMA pohon ini adalah Trembesi.  Sering pula disebut pohon hujan, atau orang Sunda memanggilnya Kihujan. Nama ilmiahnya Samanea saman atau Albizia saman.

Pohon ini cukup spesial karena diyakini memiliki manfaat lingkungan yang besar.  Dia dipercaya mampu mengurangi dampak pemanasan global yang mengancam bumi.

Makanya pada beberapa tahun lalu sempat digalakan kampanye pananaman trembesi, bahkan menjadi gerakan nasional.

Memiliki Tajuk Lebar

Ciri paling gampang dikenali dari Trembesi adalah tajuknya yang lebar. Pohon ini memang berumur panjang, bisa sampai ratusan tahun.  Tajuknya yang lebar ini sering kali menghambat pertumbuhan pepohonan lain yang berada di bawahnya.

Bentangan kanopinya bisa mencapai 30 meter.  Bila kita duduk di bawahnya akan terasa sejuk.  Konon, tajuknya yang lebar tersebut dapat menurunkan suhu mikro sampai 3-4 derajat Celcius.

Makanya pohon ini banyak ditanam sebagai peneduh.  Di Istana Negara sendiri, terdapat 2 pohon Trembesi yang ditanam oleh presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang masih terpelihara dengan baik hingga kini.

Kelebihan lain dari pohon ini selain tajuknya yang rindang adalah kemampuannya menyerap karbondioksida (CO2) sebanyak 28,5 ton per tahun, sebagaimana hasil penelitian Dr. Endes N Dahlan, dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Hasil penelitian juga membuktikan bahwa Trembesi yang ditanam di atas lahan satu hektar dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen (O2) yang mampu memenuhi kebutuhan oksigen untuk 1.550 orang per hari.

Jaringan Akar yang Luas

Meski memiliki berbagai kelebihan, Trembesi juga memiliki karakter yang kurang bersahabat bagi manusia.  Yaitu pada akarnya.

Akar trembesi menjalar luas dan besar, sehingga sering merusak bangunan atau jalan yang berada di lokasi tumbuhnya.

Hal inilah yang membuat pemanfaatannya sebagai peneduh di perkotaan tidak sepopuler tanaman lain seperti mahoni, angsana atau tanjung.  Ia hanya cocok ditanam di taman atau halaman yang luas.

Jaringan akarnya yang yang luas ini mampu menyerap banyak air tanah. Ia unggul dalam menanggulangi banjir sebab mampu menyimpan 900 meter kubik air tanah per tahun dan mampu mentransfer 4.000 liter air per hari.

Akarnya juga mampu bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat nitrogen hingga 78% dari kandungan nitrogen di udara.

Asal-usul Trembesi

Trembesi diperkirakan berasal dari Meksiko, Peru dan Brazil, namun kini telah tersebar ke seluruh daerah beriklim tropis, termasuk ke Indonesia. Awalnya pohon ini hanya ditemukan di padang savana, yang merupakan daerah yang sangat minim air.

Dalam bahasa Inggris pohon ini mempunyai beberapa nama seperti East Indian Walnut, Rain Tree, Saman Tree, Acacia Preta, dan False Powder Puff.

Di beberapa negara pohon ini disebut Algarrobo (Kuba), Bhagaya Mara (Kanada), Campano (Kolombia), Regenbaum (Jerman), Chorona (Portugis) Pukul Lima (Malaysia), Cay Mura (Vietnam), Jamjuree (Thailand), Vilaiti Siris (India).

Di Indonesia tanaman pohon ini sering disebut sebagai Kayu Ambon (Melayu), Munggur, Punggur, Meh (Jawa), Kihujan (Sunda).

Kharakteristik Pohon Trembesi

Trembesi dikenal mampu bertahan hidup di lahan-lahan marjinal dan lahan-lahan kritis, seperti bekas tambang.  Ia bahkan mampu bertahan pada tanah-tanah yang memiliki keasaman tinggi.

Pohon Trembesi memiliki batang yang besar dan bulat. Tingginya antara 10-20 meter. Permukaan batangnya berwarna coklat kehitam-hitaman, beralur dan kasar. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip ganda.

Setiap helai daunnya berbentuk bulat memanjang. Panjang daun antara 2-6 cm dan lebarnya antara 1-4 cm. Tepi daun rata. Warnanya hijau dengan permukaan licin serta tulang daun menyirip.

Pohon trembesi yang besar  mudah dikenali dari karakteristik tajuknya membentuk seperti payung. Tak heran jika pohon ini disebut juga sebagai Si Payung Alam.  Tajuk trembesi akan tumbuh melebar melebihi ketinggian pohonnya.

Trembesi memiliki bunga berwarna merah kekuningan. Buahnya berwarna hitam berbentuk polong.  Panjangnya berkisar antara 30-40 cm.

Dalam buah ini terdapat beberapa biji keras berwarna coklat kehitaman.  Bentuknya lonjong dengan panjang sekitar 5 mm .

Manfaat Lain Pohon Trembesi

Secara umum, Trembesi dimanfaatkan sebagai pohon peneduh di pekarangan yang luas.  Perum Perhutani banyak menafaatkannya sebagai peneduh di Tempat Penimbunan Kayu (TPK).

Selain fungsinya sebagai peneduh Trembesi juga memilik beberapa manfaat lain.  Batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.

Biji Trembesi yang biasa disebut mindhik, siter atau godril dapat dibuat makanan ringan (semacam kwaci).  Ia juga berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara diseduh dengan air panas.  Akarnya dapat digunakan sebagai obat tambahan saat mandi air hangat untuk mencegah kanker.

Daun Trembesi dapat dimanfaatkan untuk mengobati penyakit kulit.  Ekstrak daun Trembesi juga diketahui dapat menghambat pertumbuhan mikrobakterium Tuberculosis yang dapat menyebabkan sakit perut.

Selain itu, daun Trembesi juga berkhasiat sebagai obat flu, sakit kepala dan penyakit usus.

Klasifikasi Ilmiah Trembesi

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Upafamili: Mimosoideae
Genus: Albizia
Spesies: Albizia saman
Nama binomial: Albizia saman (Jacq.) Merr.



loading...

Komentar