Mengamati Lincahnya Lumba- Lumba Di Wakatobi

Mendengar nama Wakatobi, pastilah sebagian orang akan bertanya: “Di mana itu Wakatobi?” Bisa jadi nama Wakatobi di dalam negeri kurang gaungnya. Namun, jangan salah, Wakatobi justru sangat dikenal di mancanegara, terutama oleh para peneliti asing. Mereka setiap tahun rajin datang ke Wakatobi untuk melakukan penelitian di sektor kelautan.

Apa keunggulan Wakatobi? Sebagai salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Wakatobi dengan ibu kota Wangi-wangi dikenal sebagai surga bahari.

Wakatobi

Keunggulan Wakatobi

Wisatawan domestik kini mulai menjadikan Wakatobi yang diambil dari nama depan empat pulau besar di wilayah itu yakni Wangiwangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko sebagai daerah tujuan wisata. Mereka datang ke Wakatobi untuk menikmati keindahan bawah laut dengan terumbu karang yang sungguh memesona.

Kini, Bandara Matahora pun tengah bersiap memiliki terminal baru untuk menyambut kedatangan wisatawan menghabiskan waktu berlibur ke destinasi eksotis yang terletak di selatan garis khatulistiwa ini.

Keindahan perairan Wakatobi yang dipromosikan berbagai negara, apalagi di dalam negeri sendiri adalah luas 1,39 juta hektar, 97 persen wilayah Kabupaten Wakatobi berupa laut. Sedangkan daratannya hanya 3 persen.


Wakatobi memiliki 25 gugusan terumbu karang dengan keliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 kilometer. Kekayaan Wakatobi di sektor bahari inilah yang menjadi alasan British Council, organisasi internasional Inggris untuk pendidikan dan kebudayaan bersama Mandiri menggandeng Pemkab Wakatobi mengembangkan Kawasan Wisata Mola lewat program Mandiri Bersama Mandiri (MBM). Wakatobi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan memiliki potensi keindahan alam dan budaya yang menarik untuk dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Mengamati Lincahnya Lumba- Lumba Di Wakatobi
Selama ini Wakatobi dikenal dengan keindahan panorama bawah laut dan keanekaragaman hayati laut yang sudah mendunia. Padahal selain laut, ternyata banyak tradisi suku Bajo, seperti rumah mereka, adat istiadat, kuliner dan kemampuan mengamati dan membaca bintang sangat menakjubkan.

Kelebihan inilah, yang belum diketahui banyak wisatawan. Inilah keunggulan suku Bajo yang perlu dikemas dengan baik ke dalam paket wisata untuk mendatangkan wisatawan lebih banyak lagi ke Wakatobi dan akhirnya masyarakat di Kawasan Wisata Mola lah yang merasakannya. Setelah wisatawan puas berenang, mengamati lumba-lumba dan diving menikmati keindahan bawah laut Wakatobi, waktu mereka selama sehari bisa dimanfaatkan untuk mengenal lebih dekat Kampung Suku Bajo yang dikenal sebagai kampung suku pengembara laut.

 



loading...

Komentar