Pantai Menganti Kebumen – Menikmati Indahnya Hamparan Pasir Putih

Pantai Menganti Kebumen

Pantai Menganti Kebumen (foto: telusurindinesia.com)

PANTAI Menganti adalah hamparan pasir putih berpadu dengan birunya air laut, dikelilingi bukit-bukit hijau dan tebing alam yang menjulang tinggi.  Keindahan panoramanya niscaya akan membuat pengunjung takjub dan betah berlama-lama di sini.

Pengunjung juga bisa berbaur dengan keseharian nelayan setempat dan membeli ikan hasil tangkapan mereka untuk dinikmati atau buah tangan untuk keluarga di rumah.

Pantai Menganti merupakan salah satu jajaran pantai selatan yang membentang di Pulau Jawa. Lokasinya di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pantai ini terletak di Kebumen bagian barat.  Jika dari Pantai Suwuk lanjut ke arah barat mengikuti jalur yang berkelok.

Sejarah Pantai Menganti

Nama Menganti konon berasal dari kata menanti/penantian. Dikisahkan pada jaman dahulu ada seorang panglima perang Kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke pesisir selatan Jawa karena hubungannya dengan pujaan hati tak direstui sang raja. Mereka kemudian berjanji bertemu di sebuah pantai berpasir indah.

Berhari-hari sang panglima menanti sang pujaan hati yang tak kunjung datang, di atas bukit kapur sambil memandang laut lepas. Lokasi tempat menanti sang panglima tersebut kemudian dinamakan Pantai Menganti.

Sebagai destinasi wisata, pantai ini masih tergolong baru, yaitu dibuka awal 2011. Sebelumnya lokasi ini hanya menjadi tempat pendaratan perahu nelayan. Setelah resmi dibuka menjadi objek wisata, banyak pelancong yang datang baik domestik maupun asing.

Jalur Menuju Pantai Menganti

Untuk menuju ke Pantau Menganti ada dua rute yang bisa dilalui. Pertama, dari Gombong, ambil arah ke Puring, belok kanan menuju Pantai Suwuk dan dilanjutkan menuju Pantai Menganti.  Jalannya cukup menantang karena penuh dengan tingkungan tajam dan tanjakan yang curam. Jika rute ini yang dipilih, jaraknya hanya sekitar 38 kilometer.

Rute kedua jaraknya yang lebih jauh, yaitu sekitar 45 km dengan waktu tempuh selama 1,5 jam. Dari Gombong, ambil arah barat ke Pantai Logending lalu pilih jalur naik ke arah Pantai Menganti.

Bila anda dari Kota Purwokerto, lebih baik menggunakan jalur menuju Pantai Ayah/Pantai Logending.  Jika Pantai Ayah belok kanan, maka ke Pantai Menganti Anda berbelok kiri kemudian ikuti jalan yang nanjak.  Dari Pantai Ayah, meski hanya berjarak empat kilometer, dibutuhkan sekitar 20 – 30 menit untuk sampai ke gerbang Pantai Menganti.


Bila dari Surabaya/Jakarta, Anda bisa menggunakan kereta atau bus kemudian turun di Stasiun Gombong/Kebumen.  Setelah itu ikuti panduan dari Kota Kebumen.

Berkunjung ke Pantai Menganti disarankan menggunakan kendaraan pribadi, karena kendaraan umum seperti angkot dan bus masih jarang.

Terindah di Jawa Tengah

Pantai Menganti adalah salah satu yang terindah di Jawa Tengah.  Hamparan pasir putih berpadu birunya air laut dan bukit-bukit hijau dan tebing alam yang tinggi menjulang bakal menyambut kedatangan kita di pantai ini.

Pemandangan lebih indah bisa dilihat jika kita mendaki bukit di sisi timur pantai. Di puncak bukit terdapat sebuah mercu suar bikinan Belanda tahun 1912-1915 setinggi 20 meter yang masih bisa dinaiki hingga ke puncaknya.

Dari lokasi ini, mata kita otomatis akan dapat memandang seluruh kawasan pantai, lekuk-lekuk bukit karang membentang, hingga birunya samudra dan sesekali burung lewat beterbangan. Pengunjung juga bisa menikmati indahnya sunrise maupun sunset di pantai ini.

Pantai Menganti juga dilengkapi beberapa fasilitas yang bisa digunakan pengunjung, seperti gubuk, tempak duduk, bahkan sudah ada villa keluarga yang dapat disewa.

Selain bermain air dan menikmati pemandangan alam, pengunjung juga bisa berbaur dengan keseharian nelayan setempat yang bersahaja. Para nelayan ini biasanya duduk-duduk di perahu mereka pada siang hari, dan baru akan melaut saat menjelang malam.

Kesantunan khas masyarakat nelayan membuat pengunjung menjadi akrab. Pengunjung bisa membeli ikan segar langsung di tempat pelelangan ikan layaknya kita baru saja menangkap sendiri.

Pantangan Berbaju Hijau

Sebagai bagian dari pantai selatan Jawa, Pantai Menganti juga dilingkupi mitos Nyi Roro Kidul. Masyarakat secara rutin melaksanakan ritual, seperti selamatan pesta laut, melempar kepala kerbau, dan lain-lain sebagai persembahan agar mendapat keselamatan dan hasil tangkapan ikan yang melimpah.

Ada pantangan yang harus dipatuhi pengunjung Pantai Menganti yaitu tidak mengenakan pakaian atau memakai atribut yang berwarna hijau.  Konon, warna tersebut adalah warna kesenangan sang penguasa pantai selatan.

Jika pengunjung melanggar pantangan tersebut, dipercaya dia akan mendapat kesialan atau yang mungkin lebih parah adalah tubuh orang tersebut tiba-tiba saja ditarik ke laut dan tidak kembali lagi.

Anda bisa saja menganggap hal tersebut adalah tahayul.  Namun bisa diambil sisi positifnya. Sebuah tempat atau daerah, lazimnya mempunyai adat istiadat, aturan-aturan turun temurun yang harus dihormati. Tidak ada salahnya sebagai pengunjung wisata, kita pun harus menghormati kebiasaan masyarakat di Pantai Menganti dan mitos yang menyertainya.

Kapan ke sana?



loading...

Komentar