Taman Nasional Bali Barat, Wisata Edukasi yang Mempesona

Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat | Alampriangan.com – Berwisata ke Bali anda harus sudah menentukan tujuan anda. Apakah anda ke Bali untuk wisata pantai? wisata danau? atau wisata alam? Di bali banyak sekali terdapat objek wisata yang patut anda kunjungi. Namun tidak mungkin kan kita bisa mengunjungi semua.

Untuk anda yang gemar berwisata alam, di Bali juga ada. Taman Nasional Bali Barat namanya, mengapa namanya ada Bali Barat-nya? ya karena lokasinya yang ada di Bali bagian barat dekat dengan pelabuhan Gilimanuk.

Taman Nasional ini ini kaya akan keanekaragaman hayati yang berada di Pintu Masuk Pulau Bali tepatnya yaitu di Kecamatan Melaya, kabupaten Jembrana, dan Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali.

Taman Nasional Bali Barat Wisata Alam Dan Edukasi Yang Mempesona

Wisata Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat adalah hamparan taman yang cukup luas di areal jalan raya Denpasar-Singaraja-Gilimanuk. Luas keseluruhan dari taman ini adalah 19.002 hektar. Dari luas tersebut 15.587 hektarnya berupa areal daratan dan sisanya berupa areal perairan.

Taman Nasional Bali Barat terdiri dari berbagai habitat hutan dan sabana. Di tengah-tengah taman ini didominasi oleh sisa-sisa empat gunung berapi dari zaman Pleistocene, dengan gunung Patas sebagai titik tertinggi di tempat ini.

Sekitar 160 spesies hewan dan tumbuhan dilindungi di taman nasional ini. Hewan-hewan seperti Banteng, Rusa, lutung, kalong dan aneka burung. Taman Nasional Bali Barat merupakan tempat terakhir untuk menemukan satu-satunya endemik Bali yang hampir punah, Jalak Bali di habitat aslinya.

Flora dan Fauna

Taman Nasional ini memliki berbagai macam flora maupun fauna yang membentang luas di areal taman nasional bali barat. Karena banyaknya flora dan fauna, taman ini juga dijadikan sebagai tempat penelitian, perlindungan dan pelestarian margasatwa beserta ekosistem alaminya. Fauna yang hidup di taman ini sangat beragam, bahkan ada fauna yang benar-benar langka hidup dan dilindungi di taman nasional bali barat ini.


Diantaranya adalah menjangan (Cervus timorensis), burung jalak bali (Leucopsar rothchildi) yang hanya ada di Bali, kera abu-abu (Macaca fasicularis), kera hitam (Presbytes criscata),  kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), kucing liar (Felis bengalensis), banteng (Bos javanicus) dan banyak lagi burung-burung dan reptilnya.

Untuk jenis flora antara lain bayur (Pterospermum diversifolium),  sono keling (Dalbergia latifolia), sawo kecik (Manilkara kauki) dan cendana (Santalum album).

Selain dari pada daratan, taman nasional terkenal dengan kekayaan laut yang melimpah. Terumbu karang menjadi andalannya. Terumbu karang di laut menjangan ini sangat beragam dan berfariasi, Tim peneliti pada tahun 1998 menyebutkan 111 spesies karang dengan 18 familia dan juga 226 jenis ikan karang.

Dua Alternatif

Untuk memudahkan perjalanan wisata, maka wisatawan dapat mencapai Taman Nasional Bali Barat dengan dua alternatif.

Pertama, apabila memulai perjalanan dari Pelabuhan Gilimanuk, maka wisatawan dapat mengunjungi Kantor Balai Taman Nasional Bali Barat yang berlokasi di Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Kantor ini berjarak sekitar 200 km dari Kota Denpasar.

Alternatif kedua, apabila wisatawan berangkat dari arah Kota Denpasar atau khusus ingin mengunjungi Pulau Menjangan. Maka ada baiknya untuk memulainya dari Teluk Labuhan Lalang. Dari Labuhan/Dermaga Lalang wisatawan dapat dengan mudah menuju Pulau Menjangan atau pulau-pulau kecil lainnya.

Akomodasi

Harga tiket untuk menikmati Taman Nasional Bali Barat adalah Rp 2.500,00 per orang untuk wisatawan domestik, dan Rp 20.000,00 untuk wisatawan asing.

Taman Nasional Bali Barat memiliki berbagai macam akomodasi dan fasilitas, antara lain pemandu wisata (guide), pondok jaga, pondok wisata (untuk istirahat wisatawan), menara pandang, jalan setapak untuk memudahkan penjelajahan, penyewaan peralatan selam, speed boat, dan lain-lain.

Wisatawan yang ingin menyelam dengan menyewa dive operator dikenakan biaya sekitar US$ 55. Harga tersebut sudah termasuk makan siang, sewa perahu, peralatan menyelam, serta ongkos transportasi.

Khusus untuk fasilitas penyeberangan ke Pulau Menjangan, wisatawan dapat menyewa perahu dengan mesin tempel. Biaya sewa sebesar Rp 250.000 per empat jam.

Apabila ingin menambah waktu penjelajahan, misalnya dengan menjelajahi perairan di sekitar pulau, maka dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 20.000 per jam (Juni 2008).

Apabila wisatawan memerlukan penginapan, di sekitar Labuhan Lalang maupun di Pelabuhan Gilimanuk banyak terdapat penginapan baik hotel melati, resort, maupun hotel berbintang.



loading...

Komentar