Tebing Keraton, Tempat Selfie Paling Hits di Bandung

Tebing Keraton, Tempat Selfie Paling Hits di Bandung | Alampriangan.com – Kali ini kita akan mengulas tentang Tebing Keraton. Sebuah destinasi selfi paling hits di kota Bandung. Tempat wisata ini baru muncul dan dikenal masyarakat sejak bulan Mei 2014. Sebelumnya, kawasan itu belum begitu dikenal masyarakat.

Tebing ini ditemukan oleh warga sekitar yang bernama Pak Asep. Beliau bercerita bahwa saat itu ada seorang traveler yang datang ke desa tempat Tebing Kraton berada, desa Ciburial. Ia mengambil foto pemandangan kawasan tebing dan mengunggahnya ke sosial media.

Kekuatan sosial media sangatlah hebat. Sejak saat itu, banyak pengunjung yang penasaran dan ingin menikmati keelokan alamnya dari dekat. Bahkan, tempat wisata ini menjadi hits di sosial media.

Nama Tebing Karaton diciptakan oleh Pak Asep. Beliau memberi nama tebing itu karena merasa takjub ketika melihat keindahan alamnya.

Keelokan Tebing Keraton

Sebagai informasi, tebing ini terletak di ketinggian 1.200 meter dari permukaan air laut. Dari sana para pengunjung bisa melihat dengan jelas pemandangan alam dataran tinggi yang menakjubkan. Terlihat begitu indah hamparan hijau Tahura Djuanda.
Tebing ini akan semakin eksotis lagi jika Anda datang sebelum jam 6 pagi. Jika langit cerah, maka Anda bisa menikmati indahnya matahari terbit diantara kabut yang menghiasi kawasan itu. Begitu romantisnya.

Tebing Keraton Bandung

Tebing Keraton Bandung

Untuk bisa menikmati keindahan sunrise, tidak sedikit para traveler ataupun fotografer yang rela berangkat fajar dan melewati perjalanan yang cukup melelahkan. Rasa lelah itu akan hilang ketika bisa menyaksikan kecantikan matahari terbit.

Bagi yang tak sempat ataupun tak bisa melihat sunrise, jangan khawatir. Kita bisa melihat matahari terbenam di sore hari. Indahnya langit sore dengan cahaya keemasan dari matahari yang terbenam dapat Anda saksikan dari Tebing Karaton.

Selain menikmati sunset, pemandangan alamnya sangat memukau. Barisan bukit yang menjulang dari kejauhan ,hijaunya Tahura (Taman Hutan Raya), dan ketenangan alamnya bisa menjadi obat bagi kepenatan otak akan rutinitas sehari-hari. Keindahan alamnya akan lebih lengkap lagi jika diabadikan dengan kamera/smartphone yang Anda punya.

Setelah dua tahun dirintis, akhirnya Achmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat meresmikan tempat wisata Tebing Karaton. Tepatnya di tanggal 2 Mei 2016. Beliau berencana untuk melengkapi fasilitas tempat wisata dengan saung-saung, tempat beribadah, bahkan tempat riset. Sehingga tidak hanya sebagai tempat wisata saja, namun untuk sarana edukasi bagi masyarakat.


Lokasi Tebing Keraton

Tebing Karaton berlokasi tak jauh dari Terminal Dago. Hanya 6,5 km. Alamatnya di Kampung Ciharagen Puncak RW 11 Desa Ciburial Bandung.

Untuk bisa sampai ke lokasi ini, para pengunjung bisa mengikuti rute dari arah terminal Dago. Dari terminal, ada jalan bercabang ke kiri dan ke kanan. Ambil jalan yang ke arah Bukit Dago Pakar. Ikuti jalan sampai menemukan mini market. Di dekat mini market, ada jalan ke arah Tahura.

Jalan yang ditempuh cukup menanjak. Jangan lupa memeriksa keadaan kendaraan sebelum travelling. Jika telah menemukan gerbang wisata Tahura, tetap ikuti jalan sampai melihat papan “Bukit Pakar Utara”.

Pemandangan yang dilewati cukup indah karena di sebelah kiri jalan terdapat hutan. Ikuti jalan hingga menemukan persimpangan. Ambilah kiri untuk ke arah Tebing Kraton. Anda tinggal mengikuti arah dari papan penunjuk yang disediakan warga sekitar.

Tiket masuknya cukup murah. Hanya dengan Rp11.000/orang, Anda sudah bisa menyaksikan keindahan alam Tebing Karaton. Biaya camping akan dikenakan Rp 40.000. namun, jika peralatan camping dari pihak pengelola, maka akan berbayar 140.000. Biaya sudah mencakupi tiket masuk, tenda, penerangan, dan juga makan pagi.

Cerita Mistis

Ternyata tak hanya terkenal akan keindahan alamnya, wisata ini juga memiliki cerita mistis. Konon katanya, sebelum diberinama Tebing Karaton, destinasi ini bernama “Bukit Jontor”. Dahulu pernah ada beberapa orang yang kesurupan saat berkunjung ke sana.

Dari orang-orang yang kesurupan itu, diperoleh informasi bahwa sebenarnya wisata Bukit Jontor merupakan sebuah Keraton milik makhluk halus yang tinggal di Dago Bandung.

Mereka mengaku diberi tahu makhluk halus yang menjadi penunggu daerah itu. Kemudian mereka diminta untuk mengganti nama bukit itu saja. Semenjak itu, Bukit Jontor pun diganti menjadi Tebing Karaton.

Cerita mistis ini bukan untuk menakut-nakuti para pengunjung. Dengan adanya cerita mistis tersebut, diharapkan para pengunjung yang datang bisa lebih berhati-hati dalam menjaga sarana yang ada di lokasi dengan menjaga kebersihan dan tidak melakukan hal yang tidak sopan. Jika Anda menaati peraturan yang ada, saya rasa tidak akan ada hal-hal gaib yang akan terjadi.

Kuliner

Lapar setelah menikmati keindahan alam Tebing Keraton? Jangan khawatir karena tak jauh dari sana, ada D’café, tempat makan berkonsep tradisional yang lagi hits. Bangunan café ini berupa rumah joglo. Di sini Anda bisa menikmati lezatnya makanan buatan café ini sambil melihat hijaunya Tahura.

D’café terletak tak jauh dari Tahura (Taman Hutan Raya). Ambil rute menuju Tahura, kemudian ikuti jalan dan sebelum menemukan gerbang II, beloklah ke kanan. Lurus terus hingga menemukan rumah joglo yang terdapat di kiri jalan.

Tidak sulit menemukan café ini. Jika sedikit kebingungan, maka Anda bisa bertanya pada warga yang kebetulan sedang lewat.

Yuk, selfie!



loading...

Komentar