Kebun Raya Bogor – Sejarah, Daya Tarik, Pintu Masuk & Tiket 2018 5/5 (2)

Ketika ada tempat wisata paling terkenal di Bogor selain Puncak, tempat itu pastilah Kebun Raya Bogor.

Kebun botani yang juga digunakan sebagai tempat penelitian dan konservasi ini merupakan Kebun Raya Pertama di Asia Tenggara.

Setiap hari, kebun raya yang memiliki luas 87 hektar dengan koleksi sekitar 15.000 spesies tanaman ini tak pernah sepi dari kunjungan.

Saking luasnya, terkadang berkeliling di Kebun Raya Bogor berakhir dengan kebingungan wisatawan dalam menentukan spot menarik.

Jika mau mengelilingi seluruh area di Kebun Raya Bogor, sebenarnya ada banyak tempat menarik yang bisa kita kunjungi.

Dengan melakukan eksplorasi kita juga akan mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang tanaman. Jadi, selain anda liburan anda juga bisa sekaligus belajar.

Lokasi dan Rute Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor terletak di Jalan Insinyur Haji Juanda No.13, daerah Paledang, kawasan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Untuk menuju ke lokasi Kebun Raya dari pintu masuk kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum.

Jika kebetulan kamu berasal dari arah Jakarta langsung saja arahkan mobil masuk ke Tol Jagorawi dan keluar di km 40 menuju Kota Bogor.

Lalu belok kanan ke arah Jalan Pajajaran hingga pertigaan Tugu Kujang, kemudian belok kiri ke Otto Iskandardinata.

Selanjutnya kamu hanya harus berjalan terus sekitar 700 m hingga bertemu pertigaan. Pintu utama KRB ada di sebelah kananmu.

Tetapi jika kamu berasal dari luar kota untuk mempermudah menuju lokasi bisa naik bus jurusan Terminal Baranangsiang atau KRL menuju Stasiun Bogor.

Untuk menghemat biaya jika mau anda bisa berjalan kaki sekitar 800 meter menuju ke pintu 2 Kebun Raya Bogor dari stasiun Bogor.

Pintu Masuk Kebun Raya Bogor

Salah satu yang sering membingungkan pengunjung ke Kebun Raya Bogor adalah pintu masuknya.  Ada 4 pintu masuk ke Kebun Raya.

Pintu 1 Kebun Raya Bogor

Pintu 1 Kebun Raya Bogor

Pintu 1 atau gerbang pintu masuk utama.  Terletak di sebelah utara, yaitu di ujung Jalan Juanda.  Gerbang ini tepat di pertigaan jalan pertemuan dengan Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Suryakencana.

Bagi yang tidak membawa kendaraan, Anda bisa masuk melalui gerbang ini.  Di sebelahnya ada pintu masuk bagi yang ingin membawa kendaraan.  Namun pada hari Minggu atau apabila ada acara tertentu, pintu ini biasanya ditutup.

Dari pintu gerbang ini Anda bisa langsung mengunjungi Monumen Lady Raffles, Patung Lembu Nandi, Danau Gunting, Musem Zoologi yang tak berada jauh di sana.

Pintu 2 berada di sebelah Barat.  Masih di Jalan Juanda Bogor, pintuk ini terletak di samping Kantor Pos Bogor yang juga termasuk bangunan cagar budaya.

Pintu ini hanya dibuka pada hari Minggu.

Pintu 3 terletak di seberang Taman Perlintasan Bogor. Atau di pertemuan antara Jalan Pajajaran dengan Jalan Jalak Harupat.

Pintu ini selalu buka dari Senin hingga Minggu.  Kecuali hari Minggu, Anda yang membawa kendaraan bisa masuk melalui pintu ini.

Spot terdekat dari pintu masuk ini adalah Taman Lebak Soedjana Kassan, Rumah Anggrek dan Jalan Astrid.

Pintu 4 berada di Jalan Pajajaran.  Berseberangan dengan Kampus IPB Baranangsiang.  Tadinya pintu ini diperuntukan khusus untuk pejalan kaki, namun kini sudah tidak difungsikan lagi.

Sejarah Kebun Raya Bogor

Monumen Teysmann Kebun Raya Bogor

Monumen Tijsmann

Sudah menjadi sebuah informasi umum bahwa Kebun Raya Bogor didirikan pada tahun 1817.

Namun sebenarnya jauh sebelum itu, konsep kebun botani ini sudah ada pada zaman pemerintahan Prabu Siliwangi, yang disebut Tajur Agung. Meski tempatnya bukan di sini.  Selengkapnya baca tulisan kami: Dimanakah Letak Pakuan Pajajaran?

Kebun Raya Bogor, awalnya adalah bagian dari hutan buatan yang di gunakan untuk menjaga lingkungan dan memelihara bibit kayu langka.

Setelah lama dibiarkan akhirnya ketika masa penjajahan Belanda Van der Capellen dan seorang ilmuwan botani bernana Reindwardt memula riset dan penelitian.

Semua tanaman yang berguna untuk pengobatan di kumpulkan di halaman Istana Bogor. Halaman inilah yang ternyata menjadi cikal bakal sejarah Kebun Raya Bogor.

Pembangunan awal dari kebun botani ini terus dirintis oleh Reindwart dari mulai pengumpulan benih tanaman dari berbagai nusantara sampai pembuatan herbarium.

Sempat terjadi kendala karena kekurangan dana, Kebun Raya berkembang pesat di bawah komando Johannes Eliass Teijsmann.

Dia berhasil mengelompokkan tanaman koleksi Kebun ini berdasarkan suku. Sebagian tanaman bahkan harus ditanam ulang juga dipindahkan. Lalu ditandai tanggal penanamannya dengan label merah yang masih bisa dilihat sampai sekarang.

Untuk mengenang jasanya yang besar ini, pihak Kebun Raya Bogor lalu membuat tugu peringatan di Taman Tijsmann. Ada pula 4 spesies pohon jati dan verbena yang dinamai dengan namanya Teijsmaniodendron.

Ada Apa Saja di Kebun Raya Bogor

Peta Kebun Raya Bogor

Peta Kebun Raya Bogor (Sumber: GoodnewsfromIndonesia.id)

Salah satu daya tarik utama Kebun Raya Bogor adalah karena adanya Bunga Bangkai yang mana tingginya bisa mencapai 2 meter.

Bunga bangkai ini termasuk kedalam bunga majemuk paling besar di dunia tumbuhan. Di kebun botani ini  juga terdapat koleksi pohon Kelapa Sawit tertua di Asia Tenggara yang masih hidup sampai sekarang.

Selain itu di area kebun raya ada banyak spot-spot menarik seperti monumen Lady Raffles yang mengisahkan perjalanan cinta seorang penjelajah ulung asal Inggris.

Ada pula museum Zoologi yang menampilkan berbagai macam keanekaragaman hayati yang telah di awetkan.

Tempat ini merupakan salah satu spot favorit pengunjung karena adanya susunan tulang belulang utuh dari paus biru.

Selain lokasi di atas, di kebun raya juga terdapat spot menarik lain seperti jembatan taman Meksiko, pemutus cinta, danau Gunting, hingga laboratorium Treub.

Untuk yang suka bersantai bisa mencoba duduk di sekitar danau gunting. Semua wahana di sana selain di bangun untuk tujuan liburan pada dasarnya juga digunakan untuk menunjang pendidikan dan juga sebagai tempat konservasi.

Wisata Kebun Raya Bogor

Pengunjung Kebun Raya Bogor

Pengunjung Kebun Raya Bogor

Saat pikiran dan hati terasa penat, wisata alam bisa jadi cara efektif untuk menenangkan diri. Selain pergi ke pantai, piknik ke tempat-tempat hijau seperti Kebun Raya Bogor dapat kamu jadikan pilihan.

Penelitian sendiri sudah membuktikan ketika memandang sesuatu berwarna hijau akan dapat membantu menyehatkan mata.

Apalagi kalau hijau-hijauan ini didapatkan di alam, efek sehatnya juga dirasakan jiwa dan raga. Disana ada banyak kegiatan dan hal menarik yang bisa kamu nikmati di antaranya :

Mengunjungi Griya Anggrek

Tempat ini merupakan rumah bagi sekitar 500 spesies anggrek yang berasal dari berbagai hutan di Indonesia dan juga hasil dari persilangan.

Di area greenhouse ini sayap kiri Griya Anggrek adalah untuk anggrek spesies atau anggrek alam.

Sedangkan sayap kanan untuk anggrek hibrida. Ditempat ini kamu juga akan menemukan anggrek raksasa Grammatophyllum speciosum yang memegang rekor tertinggi di dunia, yakni 7,5 m.

Taman Astrid Kebun Raya Bogor

Taman Astrid Kebun Raya Bogor

Menyusuri Jalanan Astrid

Ketika berada di Jalan Astrid kamu akan melihat jejeran bunga berwarna kuning dan merah darah seperti membelah jalan menjadi dua bagian kembar.

Sepanjang kurang lebih 200 meter kamu akan melihat indahnya bunga tasbih atau Canna Hybrida alias Kana Hias bermekaran.

Di sini adalah salah satu spot paling berwarna di area Kebun, dimana warna hijau, merah darang, merah, oranye, kuning semua berbaur menjadi kesatuan yang indah.

Belajar di Laboratorium Treub

Ketika berada di area Kebun Raya, kamu pasti akan menemukan sebuah gedung bertuliskan Laboratorium Treub.

Gedung ini merupakan salah satu laboratorium yang didirikan pada pemerintahan Belanda dulu untuk melakukan penelitian.

Dalam laboratorium inilah, penelitian fitokimia di Indonesia pertama kali dilakukan. Nama laboratorium ini di ambil dari nama seorang ahli botani yang mengabdikan dirinya selama hampir 30 tahun.

Ahli botani tersebut adalah Melchior Treub, dia pulalah sang pendiri Buitenzorg Landbouw Hogeschool,  cikal bakal dari Institut Pertanian Bogor.

Berolahraga

Di area Kebun Raya tersedia treck khusus untuk anda yang ingin joging atau sekedar bersepeda.

Tidak hanya tubuh kita yang sehat tetapi matapun akan ikut sehat karena dimanjakan dengan hijaunya pemandangan sekitar.

Bersantai

Kebun Raya Bogor

Danau di Kebun Raya Bogor

Jika kamu mau bersantai paling enak dan nyaman ya di danau kecil di dalam kebun botani. Posisinya langsung menghadap ke Istana Bogor.

Jadi bisa duduk santai sambil menikmati halaman Istana Bogor yang luas dan hijau. Udara yang sejuk dan segar juga akan menambah suasana santai anda semakin nyaman.

Fasilitas di Kebun Raya Bogor

Banyak sekali fasilitas yang di sediakan pihak pengelola Kebun Raya Bogor guna menambah kenyamanan pengunjung.

Mulai dari area parkir luas yang mampu menampung puluhan kendaraan, tempat ibadah berupa masjid, serta pusat informasi yang lengkap.

Tak ketinggalan di area kebun raya juga terdapat fasilitas toilet dan kursi santai yang bisa dinikmati secara gratis.

Bagi yang menyukai lukisan juga tersedia sebuah gallery yang memamerkan sekitar 13 lukisan.

Setelah lelah berjalan-jalan kamu tidak perlu takut kelaparan karena ada deretan kafe yang menyediakan bermacam makanan.  Cukup lengkap ya?

Jam Operasional Kebun Raya Bogor

Untuk kamu yang ingin berwisata ke Kebun Raya bisa datang setiap hari mulai pukul setengah delapan pagi sampai jam empat sore. Namun, beberapa fasilitas di dalamnya memiliki jam operasional masing-masing.

Misalnya nih… Rumah kaca anggrek dan toko cinderamata buka pukul 8 pagi sampai setengah tiga sore. Museum Zoologi tutup sedikit lebih sore, yaitu pukul 8 pagi sampai 4 sore.

Herbarium dan perpustakaan sendiri hanya bisa diakses dari pukul 8 pagi sampai 3 sore saja. Khusus untuk perpustakaan, tiap akhir pekan dan hari libur tidak akan beroperasi.

Tiket Masuk Kebun Raya Bogor 2018

Gerbang Utama Kebun Raya Bogor

Salah satu bangunan di Kebun Raya Bogor

Tiket masuk Kebun Raya Bogor terbilang terjangkau, yakni Rp 15.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 25.000 untuk wisatawan asing.

Namun jika ingin berkeliling dengan mobil, harus membayar tiket tambahan sebesar Rp 30.000.

Capek jalan kaki tapi nggak bawa mobil? Ada fasilitas mobil wisata dengan tiket Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak usia balita yang siap membawamu berkeliling.

Kamu juga bisa lho pakai fasilitas sewa sepeda seharga Rp 15.000/jam.

Tips Wisata ke Kebun Raya Bogor

Liburan pastinya ingin segala sesuatu lancar. Nah… agar liburanmu aman, nyaman, dan berkesan, simak nih beberapa tips berikut ini.

  1. Sediakan payung dan jas hujan. Kalau kamu sudah membaca pedoman wisata di Kota Bogor setidaknya sekali, pasti tahu kalau payung adalah barang wajib di kota ini. Jangan kaget jika hujan tiba-tiba turun meski saat pagi langit masih cerah ceria.
  2. Sarapan sebelum berangkat. Kebun Raya sangat luas, bahkan mencapai 87 hektar. Meski tidak berniat mengunjungi semua spot di dalamnya, pastikan kamu sarapan agar punya energi untuk berjalan jauh.
  3. Hindari memakai sepatu hak tinggi. Sepatu hak tinggi sangat tidak cocok untuk acara wisata ke alam. Jadi, pastikan memakai sepatu yang membuat kakimu nyaman sepanjang perjalanan.
  4. Tak mau capek, kamu bisa memilih menggunakan mobil wisata atau mobil golf yang disediakan dengan biaya khusus.
  5. Ketika pergi kesana bersama anak atau adik kecil, pastikan kamu selalu mengawasinya. Jangan biarkan dia pergi jauh sendirian agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.
  6. Meski beberapa spot terlihat sepi, Kebun Raya adalah tempat wisata umum yang bisa dikunjungi semua kalangan usia. Jadi, tetap ingat menjaga norma kesopanan dan hindari berbuat hal yang tak senonoh di dalamnya.

Misteri Kebun Raya Bogor sendiri bisa menyihir siapapun wisatawan untuk datang kesana dan selalu rindu untuk kembali berwisata.

Tentunya tempat ini sangat pas untuk kumpul keluarga, acara sekolah, hingga kegiatan perusahaan.  Semoga bermanfaat dan selamat bersenang-senang.

Berikan penilaian Anda!