Buah Bintaro – Manfaat & Bahaya Si Buah Pengusir Tikus

Buah Bintaro Selama ini mungkin kita mengenal Bintaro sebagai nama sebuah kelurahan di Jakarta Selatan.

Nama daerah ini sempat mencuat pada tahun 80-an ketika terjadi sebuah kecelakaan kereta yang menjadi salah satu tragedi terburuk di Indonesia. Iwan Fals mengenangnya dengan menciptakan lagu Tragedi Bintaro.

Pohon Bintaro sebagai peneduh

Pohon Bintaro sebagai peneduh

Tapi tahukah Anda bahwa nama Bintaro sebenarnya diambil dari nama tumbuhan? Ya. Bintaro (Cerbera manghas) adalah sejenis tumbuhan pantai atau paya.

Seringkali merupakan bagian dari ekosistem hutan mangrove, tanaman ini secara alami menyebar di daerah tropis Indo Pasifik.

Bintaro memiliki sifat dimana dia tidak bisa tumbuh dengan sendirinya, dalam arti harus sengaja ditanam.

Daunnya terlihat cantik dengan bentuknya yang memanjang, simetris dan menumpul pada bagian ujung. Mirip daun mangga. Bunganya memiliki aroma yang wangi.

Karena kecantikannya tersebut, di Indonesia, Bintaro banyak ditanam sebagai tumbuhan peneduh di sisi jalan raya. Selain karena sifatnya yang tahan banting dan mudah beradaptasi di berbagai kondisi.

Manfaat & Bahaya Buah Bintaro

Kendati pohonnya berbentuk indah dan jika dipandang memang cocok untuk tumbuhan peneduh, tanaman ini adalah salah satu tanaman beracun di dunia.

Bahkan, nama ilmiah bintaro yaitu Cerberus, diambil dari nama anjing berkepala sepuluh dalam mitologi Yunani. Hal itu sudah menyiratkan, betapa pohon ini memiliki sesuatu yang perlu diketahui lebih dalam.

Getahnya sejak dulu telah digunakan orang sebagai racun panah atau tulup untuk berburu. Pada beberapa suku, racun ini dioleskan di ujung anak panah, karena kemampuan untuk melumpuhkan jika racun ini bersentuhan dengan luka.

Racun bintaro itu pun dilaporkan telah dipakai untuk bunuh diri atau membunuh orang.

Buahnya berbentuk bulat, berwarna hijau pucat ketika muda dan merah jika tua. Terdiri dari tiga lapis, yaitu kulit bagian terluar buah, lapisan tengah berupa serat seperti sabut kelapa, dan biji yang dilapisi kulit biji atau testa.

Mengambil dari nama ilmiahnya, racun yang terdapat pada tumbuhan bintaro disebut cerberin. Cerberin merupakan senyawa glikosida yang dapat menghambat saluran ion kalsium dalam otot jantung manusia.

Sehingga membuat detak jantung tidak stabil yang berujung dengan kematian.  Bahkan asap dari hasil pembakaran kayu bintaro pun juga dapat menyebabkan keracunan.

Buah Bintaro

Buah Bintaro

Racun yang terkandung dalam buahnya tersebut biasa dimanfaatkan orang untuk mengusir tikus.  Biasanya, buah bintaro itu dipetik orang dan diletakkan di rumah untuk menakut-nakuti hewan pengerat rumahan itu.

Karena itulah, buah Bintaro ini populer dikenal masyarakat sebagai “Buah Pengusir Tikus”.

Buahnya memang tidak masalah jika hanya dipegang, tetapi awas jangan digigit! Jika buah bintaro itu sampai digigit anak-anak untuk mainan, akibatnya bisa fatal.

Masalahnya, karena bentuk buahnya yang bagus dan menarik, anak-anak biasanya tertarik untuk menjadikannya sebagai mainan.

Selain itu, getah yang terkandung di dalamnya dapat mengakibatkan kelumpuhan jika mengenai luka di tubuh manusia. Maka, masyarakat perlu mengetahui racun pohon yang meneduhkan itu, agar dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pertolongan Pertama Keracunan

Setelah mengetahui bahaya dari pohon bintaro, lantas apa tindakan yang harus kita lakukan untuk menghindari bahaya dari racun tersebut?

Ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, jika ada buah bintaro yang harus dibersihkan, misalnya jatuh berserakan di tanah, gunakanlah sapu untuk menyingkirkannya.

Jika terpaksa harus menggunakan tangan, segera bersihkan tangan dan mencucinya bersih-bersih setelah bersentuhan dengan buah.

Kedua, hindarkan anak kecil dari memainkan buah bintaro di mana pun. Sebab, kita tidak pernah mengetahui kalau getahnya mengenai badan atau tubuh anak tersebut. Hal itu sangat berbahaya bagi keselamatannya.

Ketiga, jangan membakar dahan, ranting, batang, ataupun bagian dari pohon bintaro, termasuk daunnya, di antara keramaian. Jika memungkinkan, bakarlah di tempat pembakaran yang jauh dari lokasi masyarakat.

Keempat, langkah yang paling aman adalah mengganti pohon bintaro yang ada di kompleks perumahan dengan pohon hijau peneduh yang lain.

Sebab, pohon bintaro dapat tumbuh sangat cepat dan mudah beradaptasi. Jika tidak dilakukan secepatnya, pohon bintaro akan semakin rindang dan besar.

Manfaat Lain Bintaro

Selain mengandung racun, pohon ini juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia.  Bintaro diketahui dapat menyerap karbondioksida (CO2).

Bintaro juga dapat diolah menjadi bahan baku lilin, bio-insektisida, obat luka serta deodorant. Bahkan juga berpotensi sebagai biodiesel, karena bijinya mengandung minyak yang lebih tinggi dibanding biji jarak.

Dari 1,8 kg biji bintaro yang sudah kering, melalui beberapa tahap pengolahan, dapat dihasilkan 1 kg minyak. Minyak yang dihasilkan dari hasil pengolahan tersebut masih termasuk minyak kasar berwarna hitam.

Namun, minyak itu dapat digunakan sebagai pengganti minyak tanah untuk bahan bakar kompor. Uji toksisitas menunjukkan bahwa minyak bintaro layak digunakan sebagai bahan bakar dengan bau, asap, dan residu lainnya yang tergolong aman.

Proses pengolahan buah bintaro menjadi minyak terhitung cepat dan mudah. Jika Anda tinggal di daerah yang banyak ditumbuhi pohon bintaro, Anda pun bisa mencobanya sendiri.

Beberapa langkah pengolahan buah bintaro menjadi minyak adalah: Kumpulkan biji bintaro dari buah yang jatuh alami, kupas buah bintaro kering lalu ambil bijinya, keringkan biji bintaro tersebut di bawah sinar matahari, kemudian giling atau tumbuk biji bintaro kering itu.

Setelah itu, lakukan pengepresan sampai minyaknya keluar. Jika minyak yang keluar itu masih bercampur dengan kotoran, saring minyak tersebut.

Jika perlu, diamkan minyak selama 1 hingga 2 malam agar kotorannya mengendap  Dan minyak bintaro pun sudah siap untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan : Plantae

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Ordo : Gentianales

Famili : Apocynaceae

Genus : Cerbera

Spesies : C. manghas

Nama Binomial : Cerbera manghas