Sanghyang Heuleut - Lokasi, Mitos, Keindahan & Tiket

Sanghyang Heuleut – Lokasi, Mitos, Keindahan & Tiket

Sanghyang Heuleut bersama dua sanghyang lainnya, yaitu: Sanghyang Tikoro dan Sanghyang Poek adalah trilogi obyek wisata alam bernama sanghyang yang ada di Bandung Barat.

Obyek wisata ini terkenal karena sosial media. Seperti apa keindahan, dimana lokasi dan rute menuju ke sana. Mari kita bahas!

Lokasi dan Rute Menuju Sanghyang Heuleut

sanghyang heuleut
sanghyang heuleut

Obyek wisata alam Sanghyang Heuleut berada di Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya berdekatan dengan tempat wisata waduk Saguling dan juga berbatasan dengan Kabupaten Cianjur.

Seperti disampaikan di awal, destinasi ini berdekatan dengan dua Sanghyang lain, yaitu Sanghyang Tikoro dan Sanghyang Poek. Lebih jauh mengenai keduanya bisa dibaca melalui postingan: Sanghyang Tikoro: Tempat Bobolnya Danau Purba Bandung?

Untuk menuju ke sana cukup mudah. Jika menggunakan kendaraan pribadi, kamu hanya membutuhkan waktu tempuh selama 1,5 – 2 jam saja dari pusat Kota Bandung. Dengan catatan, lalu lintas lancar, ya.

Kamu bisa mengambil jalur Jalan Raya Bandung – Cianjur. Nanti di sebelum pasar Rajamandala belok kiri. Patokannya cari rute ke waduk Saguling. Mudah kok, karena banyak petunjuknya.

Dari sana, lurus lalu memutar hingga sampai ke Sanghyang Tikoro. Jangan khawatir, jalannya bagus karena merupakan jalur menuju PLTA. Kalau kesulitan, kamu bisa menanyakan penduduk setempat atau menggunakan aplikasi navigasi online semacam google map.

Begitu sampai di lokasi Sanghyang Tikoro, kamu tinggal mencari gerbang wisata Sanghyang Heuleut karena lokasinya berdekatan.

Baca juga  Pantai Ombak Tujuh, Surga Tersembunyi Bagi Peselancar

Kamu bisa menjumpai area wisata ini dengan patokan pos dan warung yang ada di depan lokasi wisata. Kira-kira hanya sekitar 200 meter saja dari pintu gerbang.

Setelah membayar tiket, kamu bisa langsung ke lokasi wisata dengan berjalan kaki.

Keindahan Sanghyang Heuleut

sanghyang heuleut
Birunya Air Sanghyang Heuleut

Sanghyang Heuleut adalah sebuah danau kecil yang berwarna biru dengan pemandangan alam luar biasa. Kadang kala warna air danau ini berubah menjadi hijau toska.

Airnya berasal dari aliran sungai Citarum lama. Danau tersebut dikelilingi oleh batu-batu besar yang konon berasal dari letusan Gunung api purba yang dinamakan Gunung Sunda.

Gunung tersebut sampai kini masih mengapit danau kecil itu sehingga menjadikannya memiliki pemandangan unik yang pantas dijuluki sebagai ‘surga yang tersembunyi’.

Obyek wisata ini terkenal seiring dengan berkembangnya sosial media, terutama instagram. Banyaknya anak-anak muda yang memburu obyek wisata anti mainstream mengunjungi Sanghyang Heuleut lalu mengunggahnya ke Instagram, membuat destinasi ini makin populer.

Danau kecil Sanghyang Heuleut selain diburu karena keindahannya juga bisa digunakan berenang bila kamu penasaran akan kesegaran airnya.

Eksotisme Sanghyang Heuleut
Eksotisme Sanghyang

Mitos Sanghyang Heuleut

Dari namanya, kita bisa menduga adanya mitos yang melatarbelakangi lokasi tersebut sehingga dinamakan dengan sebutan tidak biasa, yaitu sanghyang.

Dalam bahasa Sunda kuno, sebutan sanghyang ditujukan untuk menghormati seseorang atau sesuatu yang dianggap suci atau memiliki kekuatan supranatural.

Sementara heuleut adalah kata dalam bahasa Sunda yang berarti, jeda atau selang antara dua waktu. Jadi bila diartikan secara bebas, Sanghyang Heuleut adalah tempat yang indah untuk mengisi jeda.

Menurut kepercayaan warga sekitar dan juga cerita rakyat turun-temurun disana, Sanghyang Heulet adalah tempat dimana para bidadari kayangan menyucikan diri alias mandi.

Selain airnya yang memang sangat jernih dan pemandangannya yang seolah ada di alam lain, lokasi ini sendiri memang terpencil sehingga mendukung mitos-mitos yang beredar tersebut.

Baca juga  3 Toko Alat Musik di Bandung Berkualitas dan Terjangkau

Yang jelas, bersama kedua sanghyang lainnya, Sanghyang Heuleut berhubungan dengan erat sejarah danau purba Bandung, terlihat dari susunan batu-batuan (geologis) yang ada di tempat ini.

Salah satu sudut Sanghyang Heuleut
Salah satu sudut Sanghyang

Aktivitas Wisata Yang Bisa dilakukan di Sanghyang Heuleut

Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan kala berwisata di danau ini. Entah itu sendiri, bersama pasangan, teman atau keluarga.

Pertama tentunya, kamu disana bisa berenang sembari berendam menyaksikan keindahan panorama alam yang ada di Sanghyang Heuleut.

Setelah itu, kamu bisa mengabadikan momen terbaikmu ini melalui foto. Selain melepas penat, tentunya kamu bisa menambah koleksi fotomu di sosial media.

Atau jika kamu malas berenang, kamu bisa kok menikmati eksotisme tiga Sanghyang melalui bebatuan tebing disana. Tapi harap berhati-hati untuk menuju lokasi tinggi tersebut. Pasalnya kamu harus trekking sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan untuk menuju puncaknya.

Jalur yang dilewati pun tidak main-main. Selain treknya yang memang cukup curam, jalur disana juga didominasi bebatuan yang sangat licin apabila turun hujan.

Tapi rasa lelahmu tak akan sia-sia, karena keindahan alam yang akan kamu lihat selama trekking. Kamu bisa melihat hijaunya panorama hutan, bebatuan purba, hingga danau bak mangkuk raksasa yang memesona.

Kedalaman Sanghyang Heuleut

Mungkin ada yang bertaya-tanya berapa sih kedalaman air danau Sanghyang Heuleut sehingga cukup aman untuk berenang?

Kedalaman danau ini rata-rata adalah sekitar 3 meter. Cukup dalam juga. Sehingga bila kamu mau berenang di sana pastikan kamu memang bisa berenang, ya!

Jam Buka Objek Wisata Sanghyang Heuleut

Bagi yang akan berkunjung, kamu bisa datang ke lokasi wisata ini dari jam 8 pagi sampai 4 sore saja. Lokasi ini dibuka setiap hari.

Suasana alam Sanghyang Heuleut
Suasana alam sekitar Sanghyang

Tiket Masuk Sanghyang Heuleut

Untuk wisatawan lokal, kamu akan dikenai tarif masuk sekitar Rp 10.000 saja per orang.

Baca juga  10 Tempat Wisata di Lembang Bandung Paling Populer

Untuk tarif kendaraan, kamu akan dikenakan biaya parkir Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Disana kamu juga bisa lho menyewa pelampung untuk kegiatan berenangmu dengan biaya Rp 20.000 per orang.

Jika kamu butuh jasa tour guide, jangan khawatir… pasalnya masyarakat sekitar menyediakan jasa ini dengan biaya mulai Rp 5.000 sampai Rp 50.000 per orang.

Tips Wisata ke Sanghyang Heuleut

Agar perjalanan wisatamu aman, nyaman, dan menyenangkan, ada baiknya kamu ikuti tips-tips wisata berikut ini.

Datanglah di Musik Kemarau

Berwisata ke Sanghyang Heuleut disarankan dilakukan pada musim kemarau. Ini agar keindahan Sanghyang Heuleut akan makin terlihat dengan warnanya yang kebiruan atau hijau tosca.

Di musim penghujan, selain debit airnya meningkat, juga warna airnya menjadi kecoklatan. Sehingga kurang indah.

Gunakan Sepatu Sol Anti Licin

Karena kamu berwisata ke daerah pegunungan yang didominasi cadas berbatu, ada baiknya kamu memakai sepatu bersol anti licin agar perjalananmu aman. Pasalnya ada kemungkinan jalanan disana akan sulit dilewati kala hujan.

Selalu Waspada Saat Berenang

Meski lokasi wisata tersebut merupakan wisata umum yang memiliki pihak pengelola dan ramai pengunjung, tapi tidak menutup kemungkinan terjadi mara bahaya akibat luapan air sungai menuju danau.

berenang di sanghyang heuleut
Berenang di Sanghyang Heuleut

Jadi selama berenang ada baiknya kamu selalu waspada dan jangan terlalu ke tengah danau. Pasalnya danau cantik ini ada di kawasan PLTA yang mana dialiri Sungai Citarum yang debit airnya acapkali deras kala musim penghujan.

Penutup

Demikian uraian kami mengenai obyek wisata alam Sanghyang Heuleut. Semoga dapat menjawab rasa penasaran kamu sehingga kemudian memutuskan untuk berkunjung ke tempat ini.

Yuk!

Berikan penilaian Anda!