Situ Mustika, Tempat Ngadem Di Pusat Kota Banjar

Situ Mustika, Tempat Ngadem di Pusat Kota Banjar

Situ Mustika adalah destinasi wisata situ (telaga) buatan yang terletak di tengah kota Banjar, Jawa Barat, tepatnya di desa Karang Panimbal Kecamatan Purwaharja Kota Banjar.

Destinasi ini menawarkan suasana hutan yang sejuk serta panorama Situ yang asri dan tenang di tengah kota

Di tengah-tengah Situ terdapat sebuah pulau kecil.  Sebuah sebuah jembatan gantung menghubungkan pulau tersebut dengan pinggir Situ.

Situ Mustika, Tempat Ngadem di Pusat Kota Banjar 1
Situ Mustika Banjar

Kawasan wisata ini dikelola oleh Perum Perhutani dan memilik luas efektif 8,5 Ha, dengan 3,5 ha berupa situ dan 5 ha daratan.

Kini, wana wisata ini telah bertransformasi menjadi lebih indah dengan tambahan wahana dan atraksi baru. 

Namanya pun diganti menjadi Mustika Taman Anggrek.

Letak dan Aksesibilitas Situ Mustika

Secara geografis, Situ Mustika berada pada 07°21’41,98” LS – 07°21’45,42” LS dan 108°32’43,68” dan 108°32’49,67” BT.

Destinasi ini terletak pada jalur selatan trans Jawa dengan lalu lintas yang cukup ramai dan dapat dijelang dari tiga arah.Dari kota Ciamis menggunakan jalan raya Ciamis – Banjar dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Dari arah Jawa Tengah menggunakan jalan raya Cilacap – Ciamis dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari batas provinsi.

Sedang dari arah Pangandaran dapat melalui jalan raya  Pangandaran – Ciamis, masuk kota Banjar dan  menggunakan jalan Jend Soewarto sebelum tiba di Parungsari.  Waktu tempuh Banjar – Pangandaran adalah sekitar 2,5 jam.

Baca juga  Green Canyon Pangandaran - Rute, Keindahan, Body Rafting & Tips
View this post on Instagram

Up to you😎 #situmustikabanjar #lfl💛

A post shared by RaniKempot (@ranimulyani16) on

Sejarah Situ Mustika

Situ Mustika dibangun pada tahun 1950-an untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar dan Rumah Sakit Umum Banjar.

Pada dekade tahun 1950 – 1962an, tempat ini jadi obyek wisata lokal bagi warga Banjar Patroman.

Terutama dalam pasca Idul Fitri (lebaran). Biasanya pas pada suasana H+4 sampai H+8 adalah musimnya keramaian yang memuncak di Situ Mustika dahulu.

Acara yang dianggap paling seru adalah atraksi naik sepeda di jembatan papan panjang yang melitasi situ ke pulau di tengah situ.

Juga aktrasi lomba loncat indah dari papan loncat dengan ketinggian mulai dari ketinggi 5 m sampai lebih dari 25 meteran.

Kuliner yang dahulu banyak di jual di kawasan Situ adalah nasi timbel, pais Ikan Peda merah, tape ketan hitam dan rujak pedas, es kopi berikut rujak mangga kaweni.

Pada tahun 1965, Situ Mustika dikuasai oleh BTI/PKI. Mereka menguasai kompleks kehutanan karena mendapat dukungan dari SB Kehutanan/SOBSI pada masanya.

Setelah peristiwa G-30-S PKI, kedudukan BTI/PKI menjadi terdesak. Pada tahun 1966, kompleks Situ dikuasai pihak berwajib dan selanjutnya diserahkan kepada pihak Kehutanan Ciamis

Pada tahun 1985, Situ Mustika resmi dijadikan wana wisata oleh Perum Perhutani.

Baca juga  Pantai Pangandaran: 11 Keistimewaan Yang Akan Membuatmu Jatuh Cinta

Daya Tarik Situ Mustika

Kawasan Situ Mustika masih alami dan dikelilingi oleh hutan lindung. Udaranya masih sejuk karena banyak pepohonan di sekitar kawasan.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di tempat ini diantaranya melihat keindahan pemandangan alam danau, hutan tanaman campuran, duduk santai di pulau yang berada di tengah danau, jalan-jalan mengelilingi danau, piknik, mendaki gunung, berperahu dan memancing.

Kawasan ini juga biasa digunakan untuk kegiatan outbond dan kegiatan pendidikan atau penelitian serta kegiatan lain seperti reuni dan munggahan.

Di sebelah barat situ terlihat puncak Gunung Babakan. Pemandangan tersebut dapat menarik wisatawan yang ingin mencari ketenangan di sela kesibukannya dengan duduk santai dan menikmati keadaan sekitar situ.

Di tengah-tengah Situ juga terdapat pulau. Di pulau tersebut terdapat gazebo yang dapat digunakan wisatawan untuk berkumpul bersama dengan keluarga.

Kegiatan yang bisa dilakukan

Situ Mustika dikenal lama sebagai tempat berkemah (camping ground).  Kelompok Pramuka, pelajar dan para pecinta alam biasa menggunakan Situ dalam agenda tahunannya.

Baca juga  Puncak Guha Garut: Info Lengkap Lokasi, Rute & Wisata

Hal ini disebabkan karena wana wisata ini memiliki lokasi yang strategis serta memiliki syarat-syarat yang cukup untuk kegiatan di alam luar dengan fasilitas-fasilitas yang cukup memadai.

Obyek wisata ini juga biasa digunakan perkumpulan-perkumpulan hobby, seperti klub off roader, penggemar sepeda gunung atau motor trail untuk melakukan gathering atau outbound.

Khusus pada musim liburan atau Idul Fitri, destinasi ini merupakan tempat favorit untuk melakukan reuni keluarga atau alumni suatu almamater dengan melaksanakan serangkaian acara bersama.

Namun yang menjadi agenda rutin mingguan di Situ adalah memancing.  Para penggemar memancing datang dari Banjar, Ciamis, Tasik bahkan Garut dan Cilacap.

Pagelaran Budaya

Setiap tahun dilakukan kegiatan “Ngarumat Mustika” yaitu pertunjukan seni seni-seni daerah seperti calung, reog, ketoprak, ronggeng gunug, dan kuda lumping.

Kegiatan ini dihadiri oleh seniman dan budayawan dari luar Kota Banjar dan sebelumnya diadakan prosesi.   Baca juga: Misteri Rawa Onom dan Pulo Majeti.

Fasilitas Situ Mustika

Pada akhir Desember 2018, Situ Mustika wajah baru diresmikan. Namanya pun diubah menjadi Mustika Taman Anggrek.

Ini karena sekarang di obyek wisata tersebut dilengkapi sebuah taman yang dihiasi oleh ratusan jenis anggrek.

Selain itu fasilitas yang ada juga dilengkapi. Seperti wahana permainan air (Speedboat), Jembatan Gantung Pelangi, wahana istana balon untuk anak-anak).

Juga ada rumah pohon, ayunan kayu serta beberapa spot selfi.

View this post on Instagram

#situmustikabanjar

A post shared by Mia Siti Nurjanah (@m.miaaaaaaa) on

Jangan takut kelaparan, karena di Situ Mustika juga ada Wana Kuliner yang menyajikan berbagai makanan dan minuman.

Fasilitas lain seperti mushola lengkap dengan alat sholat-nya seperti mukena dan sarung serta tempat wudu.

Juga tentu saja beberapa toilet dan saung untuk tempat ngariung.

Tempat parkir yang cukup luas serta jalur tracking mengelilingi situ. Di pulo terdapat satu buah gazebo yang dapat digunakan untuk menampung 10 – 15 orang.

Tiket masuk ke obyek wisata ini adalah sebesar Rp5000 per orang di hari biasa dan 7.500 di hari libur/wiken.

Selamat berwisata!