Mengenang Kangjeng Prebu di Jambansari Ciamis

Situs Jambansari Ciamis

Situs Jambansari Ciamis

Alampriangan.comSITUS Jambansari terletak di tengah kota Ciamis. Tepatnya di Jl. Achmad Dahlan, lingkungan Rancapetir, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis. Di sini terdapat kompleks makam yang dikenal dengan nama Jambansari.

Sekitar kompleks merupakan pemukiman penduduk, kecuali di sebelah selatan berupa sawah. Kompleks makam yang dikelola oleh Yayasan Kusumadiningrat ini dibangun pada tahun 1872 dengan luas sekitar 4 hektar.

Sejarah Situs Jambansari

Situs ini merupakan kompleks makam Raden Adipati Aria Kusumadiningrat, Bupati Ciamis ke-16, yang memerintah dari tahun 1839 – 1886. Beliau adalah salah satu bupati Ciamis paling terkenal dan dianggap berjasa besar dalam membangun wilayah Ciamis, dahulu masih bernama Galuh.

Raden Adipati Aria Kusumadiningrat

Raden Adipati Aria Kusumadiningrat

Setelah resmi menjabat sebagai bupati, RAA Kusumahdiningrat tidak tinggal di gedung Kabupaten. Beliau tinggal di rumahnya yang berupa rumah panggung kokoh terbuat dari kayu jati berukir yang disebut Keraton Selagangga.   Tempat ini sekarang terkenal dengan sebutan Jambansari.

Kangjeng Prebu dikenang sebagai bupati yang cakap.  Konon beliau pandai berbahasa Belanda dan Perancis.  Di bawah pemerintahannya, Ciamis muncul sebagai kabupaten yang makmur (baca: Eksotisme Jembatan Cirahong Ciamis).

Beliau membangun gedung-gedung di pusat kota diantaranya: Gedung Kabupaten yang megah (saat ini menjadi gedung DPRD), Mesjid Agung, Gedung Asisten Residen yang sekarang menjadi gedung Negara, tangsi prajurit, penjara, kantor pos, kantor telegram, dan gedung sositeit.

Beliau juga berhasil menghilangkan Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) di Ciamis, membangun irigasi, membuka pesawahan, mendirikan 3 pabrik penggilingan kopi, membuka perkebunan kelapa (baca: Galendo Ciamis), membangun jalan antara Kawali-Panjalu.

Di bidang pendidikan, Kangjeng Prebu mendirikan Sekolah Sunda yang terletak di Ciamis dan di Kawali.

Atas jasa-jasanya beliau diberi gelar Kanjeng Prebu. Pada tahun 1874 beliau memperoleh tanda kehormatan dari pemerintahan Hindia Belanda berupa songsong kuning (payung kebesaran berwarna kuning mas). Pada tahun 1878 beliau juga dianugerahi Ridder Orde van de Nederlandsche Leeuw dari Ratu Belanda.

Pada tahun 1886 beliau wafat dan dimakamkan di Gunung Sirnayasa, Jambansari ini. Pada gapura makamnya, ditulis dengan aksara Sunda Kuno petuahnya berupa gugurutan yang isinya sebagai berikut:

Loading...

Jamban tinakdir yang agung
Caina Tamba Panyakit
Amal Jariah Kaula
Bupati Galuh Ciamis
Aria Kusumadiningrat
Medal Mas Payung Kuning

Situs Yang Tenang di Tengah Kota

Meskipun terletak di tengah kota, namun suasana di kawasan situs ini kontras dengan kawasan sekitarnya. Lingkungannya asri dan rindang jauh dari kebisingan. Sangat cocok untuk tempat bersantai di saat senja sembari menyaksikan hamparan sawah.

Bisa juga untuk sekedar melepas penat sambil menyantap makanan ringan di pinggir danau yang banyak ditumbuhi bunga teratai. Terdapat juga terapi ikan dengan tarif sangat terjangkau.

Kondisi Situs Jambansari

Kompleks Jambansari dikelilingi pagar tembok setinggi 2 m. Pintu gerbang untuk masuk ke kompleks berada di sisi timur, dengan bentuk bangunan seperti telor. Kita harus  melewati tangga trap untuk masuk ke sana.

Di tengah kompleks makam terdapat bangunan cungkup yang terbuat dari kayu jati dengan atap berbentuk limas. Di sanalah makam Kanjeng Prebu  berada. Di sekeliling pemakaman terdapat beberapa makam kerabat dan para keturunan Prebu.

Koleksi Benda Purbakala

Di dalam kompleks juga terdapat bangunan tempat penyimpanan benda-benda purbakala seperti yoni, lingga, menhir, patung Ganesha, gong, keris, keramik dan lain-lain. Selain di dalam bangunan, benda-benda pusakajuga ada yang dikumpulkan di rerimbunan pohon weregu di samping bangunan. Total seluruh arca yang ada di kompleks tersebut adalah 13 buah.
Koleksi Benda Purbakala di Situs Jambansari

Koleksi Benda Purbakala di Situs Jambansari

Menurut keterangan juru kunci makam, arca-arca yang terdapat di lokasi ini dikumpulkan oleh Kangjeng Prebu. Pengumpulan dilakukan dalam rangka dakwah agama Islam.  Masyarakat yang mempunyai arca atau berhala diharuskan untuk mengumpulkannya di lokasi tersebut.

Arca-arca yang terdapat di lokasi ini di antaranya berbentuk arca megalitik, arca tipe Pajajaran, Nandi, Ganesha, dan lingga. Selain itu di lokasi ini juga terdapat lumpang batu dan lapik arca.

Situs Jambansari Sebagai Wisata Budaya

Sebagai destinasi wisata budaya, ada beberapa hal yang bisa kita dapati dengan mengunjungi kompleks makam ini. Pertama mengenai informasi tentang jejak kebesaran RAA Kusumadiningrat dalam memimpin Ciamis. Kedua pola islamisasi yang dilaksanakan oleh beliau, khususnya bagaimana RAA Kusumadiningrat menyikapi keyakinan masyarakat yang berbeda pada saat itu.

Menarik bukan?



loading...

Komentar