Asal Nama Daerah Leles Garut, Benarkah dari kata Poles?

Leles Garut | Alampriangan.com – Leles (Lélés) adalah nama salah satu Kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kecamatan ini terdiri dari 12 Desa dengan luas wilayah sekitar 6,5 juta hektar persegi. Salah satu desanya yang cukup terkenal adalah Cangkuang, karena di sana ditemukan sebuah reruntuhan candi Hindu-Budha yang kemudian dinamakan Candi Cangkuang.

Kecamatan ini berjarak sekitar 20 km atau 45 menit bekendaraan dari pusat kota Garut. Di sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Lewigoong, di sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kadungora. Sementara di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Banyuresmi dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Bandung.

Penghasil Burayot

Leles dikenal sebagai penghasil burayot, yaitu sejenis cemilan khas yang terbuat dari tepung beras dan gula merah. Burayot sendiri berasal dari bahasa Sunda “ngaburayot” yang kira-kira berarti “menggantung karena terlalu berat”. Dinamakan begitu mungkin karena bentuknya yang mirip kantung peot berwarna coklat tua yang menggantung.

Burayot, Makanan Khas Leles Garut

Burayot, Makanan Khas Leles Garut

Konon makanan ini dirintis oleh seorang bernama Mak Ijah yang memiliki sebuah warung makan di Leles. Suatu hari ia membuat sebuah penganan manis yang dinamakan burayot dan ternyata disukai banyak orang. Usahanya pun makin terkenal dan saat ini dilanjutkan oleh anak cucunya. Tentu saja, kini pembuat burayot tidak hanya keturunan mak Ijah.

Stasiun Leles

Leles juga dikenal karena di sana terdapat sebuah stasiun kereta api. Meski saat ini stasiun tersebut menjadi masuk Kecamatan Kadungora (yang dulunya merupakan bagian dari Kawadanan Leles).

Para penyuka fotografi banyak yang berburu ke tempat ini karena di salah satu tikungannya mereka dapat mengambil gambar kereta api secara utuh dari kepala hinga ekor dalam bentuk melengkung setengah lingkaran.

Tikungan Kereta Leles

Tikungan Kereta Leles

Baca juga:

Berasal dari kata Poles?

Menurut situs http://sejarahkecleles.blogspot.co.id/ yang dikutip oleh T Bachtiar, nama Leles konon ada hubungannya dengan perintah Raffles, Gubernur Jenderal Inggris yang pernah memerintah Hindia Belanda.

Dalam sebuah kunjungannya ke sana dia memerintahkan agar infrastruktur di daerah tersebut harus dipoles karena banyak dikunjungi tamu-tamu penting. Dari kata poles ini lah kemudian berubah mejadi Leles.

Nama Pohon

Namun, Bachtiar memiliki analisa lain. Menurut buku A Dictionary of the Sunda Language of Java yang dibuat oleh Jonathan Rigg. (Batavia, 1862), kata Leles adalah nama sebuah sebuah tumbuhan yang sama dengan pohon kondang atau nama lainnya Ficus subrasemosa BL.

Kondang adalah sebuah pohon raksasa sejenis beringin. Namanya banyak dijadikan sebagai nama tempat di beberapa daerah, seperti di Garut, Purwakarta, Sumedang, Sukabumi dan Cianjur.

Pohon ini tingginya bisa mencapai 40 meter dengan diameter batang selebar 1,75 cm. Tersebar dari hutan pantai sampai dengan daerah yang memiliki ketinggian 1.500 m dpl.

Pohon Kondang

Pohon Kondang

Akarnya dapat digunakan untuk mengobati keracunan ikan. Kayunya yang kering sangat bagus dimanfaatkan sebagai kayu bakar karena sifatnya yang sulit padam kalau sudah dinyalakan sehingga banyak digunakan dalam pembuatan kapur dan penyulingan arak.

Kayunya banyak dimanfaatkan sebagai tiang di pantai atau laut (untuk perahu?) namun tak baik untuk kayu pertukangan, karena meskipun berat namun bersifat lunak.

Kuiltnya terasa manis bila dikunyah dan dapat digunakan sebagai pengganti pinang muda dalam kegiatan menyirih. Rebusan kulitnya berkhasiat mengobati murus darah. Getahnya dapat diolah menjadi semacam lilin yang digunakan dalam proses membatik.

Daunnya yang masih muda bisa dikonsumsi sebagai lalapan atau pun dimasak. Buahnya yang hampir matang juga enak dimakan. Caranya dibelah dan dioleskan pada garam. Biasa dikonsumsi berbarengan dengan kenari dan ikan kering.

Buah Kondang

Buah Kondang

Mungkin di daerah Leles ini dulunya banyak ditemukan pohon Kondang sehingga dinamakan seperti itu. Entah sekarang.

Berikan penilaian Anda!