Panduan Mudah Belajar Bahasa Sunda

Belajar Bahasa Sunda, Yuk!

Bila kamu berkunjung ke suatu daerah di Indonesia, sebaiknya sedikit banyak bisa mengerti bahasa daerah tersebut. 

Ya, meskipun kita bisa saja berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, namun akan lebih simpatik bila menggunakan bahasa daerahnya.

Ini akan membangun keakraban secara personal dan apabila penggunaannya tepat bisa menimbulkan perasaan istimewa.

Rasakan bedanya ketika Barrack Obama menyapa orang Indonesia dengan, “apa kabar?” atau hanya dengan “how are you”.  Kerenan yang pertama, bukan?

Nah, jika kamu ke wilayah Jawa Barat atau Banten, sebagian besar penduduknya menggunakan bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari.

Kali ini, Blog Alam Priangan akan menulis tentang bagaimana cara belajar Bahasa Sunda dengan mudah dan cepat.  Tentu saja secara garis besarnya saja. 

Karena belajar bahasa sebenarnya sama seperti belajar sepeda.  Akan lebih cepat bila banyak praktek.

Kuncinya jangan takut salah.  Yuk, mulai…

Sejarah Bahasa Sunda

Sebelum lebih jauh, saya ingin menjelaskan dulu asal usul Bahasa Sunda.    

Yup.  Bahasa Sunda adalah bahasa yang digunakan oleh Suku Sunda.  Suku kedua terbesar di Indonesia setelah suku Jawa.

belajar bahasa sunda dan artinya

Kebetulan, keduanya sama-sama menghuni Pulau Jawa.  Bedanya, Suku Sunda banyak tinggal di Pulau Jawa bagian barat.

Meski saat ini, sudah banyak tersebar.

Menurut Wikipedia, Suku Sunda banyak tinggal di Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, sebagian Provinsi Jawa Tengah, yaitu di bagian barat dengan batas kali Brebes/sungai Cipamali.  

Serta sebagian kecil di daerah Jakarta, yaitu di perbatasan.

Konon, berdasarkan ilmu lingustik, Bahasa Sunda merupakan cabang dari bahasa Melayu-Polinesia yang dimasukkan ke dalam rumpun Melayu – Sumbawa.

Data tahun tahun 2016 menyebutkan bahwa bahasa ini masih dituturkan oleh sekitar 42 juta orang.  Angka tersebut menjadikannya sebagai bahasa ibu berpenutur terbanyak kedua di Indonesia setelah bahasa Jawa.

Meski begitu, seperti juga dialami oleh bahasa-bahasa daerah lain, jumlah penutur bahasa Sunda ini terus menyusut. 

Ini karena orang-orang tua Sunda kini banyak yang tidak lagi mengajarkan bahasa tersebut sebagai bahasa ibu untuk anak-anaknya, khususnya di perkotaan.

Dengan alasan kepraktisan mereka umumnya memilih mengajarkan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris kepada anak-anaknya.

Variasi Bahasa Sunda

Sebelum masuk ke pelajaran, kamu harus tahu juga bahwa bahasa Sunda juga bervariasi. 

Meski secara garis besar sama, namun di masing-masing daerah memiliki dialek-dialek tersendiri.  Dalam basa Sunda dialek ini disebut dengan basa wewengkon.

Perbedaan antar dialek tersebut mencakup istilah-istilah khusus yang hanya ada di wilayah tersebut.

Beserta lagu pengucapannya.  Dalam bahasa Sunda disebut lentong.

Secara garis besar, terdapat 6 dialek dalam Bahasa Sunda.  Yaitu:

Pertama, Dialek Priangan, atau dialek selatan. Dialek ini digunakan oleh penduduk yang tinggal di wilayah Bandung, Cianjur dan Sukabumi.  

Ciri khas dialek Priangan adalah kepatuhannya pada Undak Usuk basa. 

Yaitu, tingkatan bahasa kasar, sedang, halus yang sangat dipengaruhi bahasa Jawa inggil pada masa kekuasaan Mataram abad XVII.  Dialek ini dianggap “paling halus”.

Kedua, Dialek Utara.  Dialek ini menyebar di wilayah Bogor, Karawang, Bekasi dan Pantura (Subang dan Purwakarta).  

Dialek ini sedikit terpengaruh bahasa betawi.  Bagi penutur dialek Priangan, dialek ini terasa agak kasar.

Ketiga, Dialek Barat.  Masyarakat pengguna dialek ini adalah orang Sunda yang tinggal di provinsi Banten dan Lampung.  

Ciri khas yang paling kentara dari dialek barat adalah, berbalikan dengan dialek Priangan, yaitu tidak memiliki tingkatan bahasa.  

Ini karena wilayah ini relatif bersih dari pengaruh Kesultanan Mataram.

Bila kalian penyuka sejarah, pasti tahu bahwa Kesultanan Banten, meskipun para pemimpinnya memiliki kedekatan kekerabatan, namun secara politik keduanya bermusuhan.

Menurut Ajip Rosidi, seorang budayawan Sunda, justru bahasa Sunda asli adalah sebagaimana yang dituturkan oleh pengguna dialek barat ini.

Jadi sebelum tatar Priangan dikuasai Mataram, bahasanya masih seperti itu.  Egaliter dan tidak mengenal kasta.

Namun, bagi orang Priangan kini, dialek ini terasa kasar.  Saya sendiri merasakan hal tersebut ketika pertama berinteraksi dengan masyarakat sana.

Yang keempat adalah Dialek Tengah Timur yang  digunakan oleh penduduk Majalengka dan Indramayu bagian selatan.  Dialek ini memiliki lentong yang khas.

Kelima adalah Dialek Timur Laut.  Menyebar di wilayah Kuningan, Cirebon sebelah selatan dan Brebes bagian barat. Dialek ini terpengaruh bahasa Jawa Cirebonan.

Dan yang terakhir yaitu Dialek Tenggara.  Digunakan oleh penduduk Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Cilacap. 

Agak mirip dengan dialek Selatan, namun memiliki beberapa perbedaan pada beberapa istilah dan lentong.

Undak Unduk Basa Sunda

Seperti disampaikan sebelumnya, dalam penggunaannya, Bahasa Sunda memiliki 3 tingkatan atau undak usuk basa.  Tingkatan tersebut adalah: halus, sedang dan kasar.

Bahasa halus digunakan kepada orang yang dihormati, orang baru dikenal atau dalam pertemuan dengan suasana formal. 

Dalam prakteknya, penggunaan tingkatan bahasa ini cenderung membangun jarak antara pembicara dengan lawan bicaranya.

Oya, bahasa halus ini dibedakan lagi menurut penggunanya, yaitu untuk orang lain dan untuk sendiri. 

Bahasa sedang  atau bahasa loma digunakan untuk berkomunikasi dengan teman yang sudah akrab , kepada yang usianya lebih muda atau kepada yang memiliki status sosial setara.   

Kesan bahasa ini, apabila pas penggunaannya, adalah akrab dan tak berjarak.

Sedangkan bahasa kasar ditujukan untuk merendahkan atau kepada hewan.  Biasanya, digunakan pada saat marah atau beradu mulut.

Adanya undak usuk basa menjadikan bahasa Sunda menjadi sangat tegas dalam memposisikan lawan bicara.

Oleh karenanya harus sangat hati-hati.  Penggunaan undak usuk basa yang tidak tepat bisa menyebabkan kesalahpahaman. 

Misal, menggunakan bahasa sedang (loma) kepada orang tua atau orang baru dikenal bisa dianggap kurang sopan dan tidak hormat.

Sebaliknya, menggunakan bahasa yang terlalu halus pada teman yang akrab atau orang dengan level setara bisa membuat kikuk keadaan.

Dan meskipun artinya sama, jangan sekali-kali menggunakan bahasa kasar kepada orang baru dikenal, karena itu berarti kamu menantangnya berkelahi!

Rumitnya undak usuk basa ini menyebabkan anak-anak muda sekarang banyak yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia yang lebih netral, sehingga terlepas dari risiko salah menerapkan tersebut.

Meski begitu, mempelajari undak usuk basa penting dilakukan karena masih banyak juga yang menggunakannya.

Translate Bahasa Sunda ke Indonesia Lengkap

Untuk mengerti percakapan bahasa Sunda, berikut kamus Sunda untuk kata-kata yang banyak digunakan. 

Kali ini saya hanya menampilkan bahasa halus dan sedang.  Untuk kamus bahasa Sunda kasar tidak ditampilkan dulu.

Oya, sebelumnya penting diketahi bahwa berbeda dengan bahasa Indonesua, dalam pengucapan vokal dalam bahasa Sunda, khususnya untuk yang berhubungan “e” ada 3 jenis, yaitu

  • Ada e biasa atau e taling, seperti menyebut kata e dalam “merah”
  • Ada e pepet, seperti kalau kita menyebut kata e dalam “kejam”
  • Dan ada “Eu”, seperti pada kata “Ciheuleut”.

Rumit ya?  Ya… lumayan.. haha

Bahasa Sunda Kata Ganti Orang

Ok,  pertama yang penting diketahui adalah kata ganti orang.

Berikut adalah Bahasa Sundanya kata ganti orang yang penting untuk diketahui:

Bahasa Indonesia Bahasa Sunda Halus Bahasa Sunda Sedang
saya abdi, sim kuring, pribadosaing, kuring, kami, didieu
kamuanjeun, saliramaneh, didinya
diaanjeunna manehna
kami, kita urang sadayaurang
kalianaranjeun maraneh
mereka aranjeuna maranehna

Bahasa Sunda Kata Tanya

Bahasa Sundanya kata tanya adalah sebagai berikut:

Bahasa Indonesia Bahasa Sunda Halus Bahasa Sunda Sedang
siapasaha saha
Apanaon, kulan, kah naon
di manapalih manadi mana
kapaniraha Iraha
bagaimanakumaha kumaha

Bahasa Sunda Angka

Bahasa Sundanya untuk angka adalah:

Bahasa Indonesia Bahasa Sunda Halus Bahasa Sunda Sedang
satuhijihiji
duaduadua
tigatilutilu
empatopatopat
limalimalima
enamgenepgenep
tujuhtujuhtujuh
delapandalapandalapan
sembilansalapansalapan
sepuluhsapuluhsapuluh

Bahasa Sunda Berkaitan dengan Manusia

Bahasa Sundanya untuk kata-kata yang berkaitan dengan manusia:

Bahasa Indonesia Bahasa Sunda Halus Bahasa Sunda Sedang
manusiajalmi jelema, manusa
perempuan istri awewe
laki-laki pameget lalaki
anak murangkalih, barudak budak
istrigeureuha pamajikan
suami caroge salaki
ibu biang indung
ayahrama bapa

Bahasa Sunda Kata Penunjuk

Bahasa Sundanya untuk kata penunjuk:

Bahasa Indonesia Bahasa Sunda Halus Bahasa Sunda Sedang
iniieuieu
itu etaeta
sini dieu dieu
sana dituditu

Bahasa Sunda untuk Kata-kata lainnya

Berikut bahasa Sundanya untuk kata-kata lain yang juga sering digunakan:

Bahasa Indonesia Bahasa Sunda Halus Bahasa Sunda Sedang
bukan/tidak sanes, henteu lain, henteu
semua sadaya kabeh
banyak seueur loba
beberapa saalit, sakedik saeutik
lain sanes lain, sejen
besarageung badag, gede
panjang panjang panjang
lebar lega lega
tebalkandel kandel
berat abot beurat
kecil alit leutik
pendek pondok pondok
sempitsedek sedek
tipis ipis ipis
binatangsatosato
ikan lauk lauk
burungmanuk manuk
pohontangkal tangkal
hutan leuweungleuweung

Bahasa Sundanya aku sayang kamu

Sebenarnya agak rumit, karena dalam bahasa Sunda tidak ada yang benar-benar pas.

Bila sayang berarti “cinta”, maka kata bogoh (loma), deudeuh (loma & lemes) atau tresna (lemes) lebih tepat.

Jadi bahasa Sundanya begini:

Urang bogoh ka maneh (basa Sunda loma)

Kuring deudeuh ka anjeun (basa sunda halus)

Akang tresna ka salira (basa Sunda halus, kalo yang mengatakan laki-laki)

Nyai tresna ka akang (basa Sunda halus, kalo yang mengatakan adalah perempuan)

Faktanya, kata tresna sudah jarang sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari. Ia biasanya hanya ditemui di dalam karya sastra/tulisan.

Apabila sayang berarti sayang (tanpa ketertarikan antar lawan jenis), maka kata yang tepat adalah nyaah.

Aing nyaah ka maneh (basa Sunda loma)

Kuring nyaah ka salira (basa Sunda halus)

Download Kamus Bahasa Sunda

Tentu saja masih banyak kata-kata yang tidak bisa ditampilkan dalam postingan ini. 

Bila membutuhkan yang lebih banyak, kamu bisa men-download kamus Bahasa Sunda pada link yang akan kami kirimkan pada email kamu.

So, silakan masukan email kamu di sini.

* Wajib diisi

Silakan cek email kamu. Tunggu beberapa saat bila belum masuk. Atau cek juga di folder spam atau promotion. Kadang email nya masuk ke sana.

Contoh Percakapan Sunda Sehari-hari

Nah, selanjutnya kita coba untuk belajar percakapan sehari-hari:

Untuk mengawali pembicaraan, biasanya kita permisi dulu.  Kata-katanya adalah:

+ Punten (Permisi)

Mangga (Mari)

Atau,

+ Sampurasun

Rampes

Untuk menyilakan tamu begini:

+ Ih aya tamu, mangga calik (Oh ada tamu, silakan duduk)

Ah sanes tamu ieu mah, kaleresan nyimpang uih ti pa Haji (Ah bukan tamu, kebetulan singgah, pulang dari rumahnya pa Haji)

+ Ah sok kitu, mangga atuh dileueut, manawi teu aya nanaon ieu teh (ah suka begitu, silakan diminum, tapi maaf ga aada apa-apa)

Untuk bertanya kabar, biasanya begini:

+ Kumaha damang? (Bagaimana, sehat?).

Pangesto (baik-baik saja)

Selanjutnya:

+ Kamana bae? (Kemana saja?).

– Ah, aya. Tara kamana-mana (Ada saja, ga kemana-mana).

+ Asa pangling, ih (kok perasaan pangling?)

– Ah maenya? (Masa sih?)

Atau apabila kamu mau bertanya tentang sesuatu, biasanya begini:

+ Punten, bade tumaros (Permisi, numpang tanya)

Oh mangga. Aya nu tiasa dibantos (Oya, ada yang bisa dibantu?)

+ Dupi bumi pa Lurah di palih mana nya? (Kalau rumah pak Lurah dimana ya?

Oh, dipalih ditu, caket sareng masjid. Nu pulas beureum. (Oh di sana, dekat dengan masjid, yang dicat merah”

Apabila kamu mau membeli sesuatu:

+ Pami ieu salak sabaharaan sakilona? (Kalo salak ini berapa sekilo?)

Mung lima rebu rupia (Cuma lima ribu)

Ih, geuning awis nya, tiasa kirang? (Kok mahal sih, bisa kurang ga?)

Tos mirah sakitu teh, ka nu sanes mah ngical teh tujuh rebu (Sudah murah segitu, ke yang lain mah ngejualnya tujuh ribuan)

Untuk menutup pembicaraan, kita biasanya berterima kasih.  Kata-katanya adalah:

+ Hatur nuhun, nya (terima kasih, ya)

Sami-sami (sama-sama)

Nah begitulah tulisan tentang belajar bahasa Sunda.  Tentu saja masih belum lengkap.  Ini bisa dibilang hanya pengantar saja.

Tetapi untuk memulai sudah bisa dicoba.

Tanya Bahasa Sunda Via WhatsApp

Oya, apabila kamu tidak menemukan apa yang dicari pada artikel ini, kamu bisa juga kok bertanya langsung melalui WhatsApp.

Kami akan mencoba membantu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Untuk bertanya bahasa Sunda via WA, silakan masukan data kamu pada form berikut.

* Wajib diisi

Nanti kami akan mengirimkan link untuk pertanya via WA melalui email yang kamu masukan.

Salam.